SuaraPantura.com - Dalam rangka mengurangi esensi sampah di Desa Mangunsaren, Mahasiswa KKN UIN Gusdur selenggarakan Sosialisasi Pemilahan dan Pengelolaan Sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal di Pendopo Balai Desa Mangunsaren pada Jumat 28 Oktober 2022.
Kegiatan diikuti oleh warga, serta pekerja di bank sampah Desa Mangunsaren. Dimulai dengan pembukaan oleh Ketua Pelaksana, acara ini menjadi salah satu langkah agar masyarakat dapat menerapkan teknik pengolahan dan pemilahan sampah.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah membantu menyelesaikan masalah lingkungan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan desa. Kemudian harapannya, melalui kegiatan ini masyarakat bisa menerapkan bagaimana teknik pemilahan dan pengolahan sampah. Juga sampah yang tadinya minim pengolahan dapat diolah melalui inovasi alat sederhana, pengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak,” kata Ketua Pelaksana, Muhammad Rozali.
“Jadi, ada tiga hal yang harus dilakukan terhadap sampah atau yang disebut dengan tiga AH. Meliputi cegah, pilah, dan olah. Cegah itu artinya berpikir sebelum bertindak, kemudian pilah sesuai dengan jenisnya, apakah itu termasuk sampah organik atau anorganik. Kemudian olah sampah di bank sampah atau bisa juga dijual ke pengepul,” terangnya.
Setelah penyampaian materi oleh narasumber dari DLH, Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Agriyan yang merupakan mahasiswa Universitas Pancasakti Tegal (UPS) tentang inovasi alat sederhana pengolah sampah.
Saat diwawancara, Ia menyampaikan bahwa adanya sosialisasi ini sangat bermanfaat untuk masyarakat.
“Sosialisasi ini memberikan banyak pengetahuan, dari yang belum tahu, menjadi tahu. Terutama dalam pengolahan sampah limbah plastik, karena limbah plastik ini susah diuraikan. Sehingga hal ini sangat membantu dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang proses dan manfaat pengolahan sampah limbah plastik tersebut,” tuturnya.
Setelah paparan materi dari kedua narasumber selesai, acara ditutup dengan doa. Supriyanto kembali menyampaikan bahwa harapannya, permasalahan sampah yang ada di Desa Mangunsaren bisa terselesaikan dengan melibatkan partisipasi warga setempat.
“Semoga sosialisasi pemilahan dan pengolahan sampah ini bisa menyelesaikan permasalahan sampah plastik di Desa Mangunsaren dan hasilnya bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Juga masalah sampah ini bisa terselesaikan dengan melibatkan warga setempat,” terangnya saat diwawancarai.
M. Khoirul Anam, salah satu mahasiswa KKN UIN Gusdur Desa Mangunsaren juga menyampaikan bahwa acara ini merupakan salah satu aksi untuk mewujudkan kebersihan lingkungan dalam jangka panjang.
“Sosialisasi ini memberikan pengetahuan tentang pemilahan dan pengolahan sampah kepada warga Desa Mangunsaren, terutama pekerja di bank sampah. Nah, pengetahuan ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan kebersihan lingkungan untuk jangka waktu panjang,” ujarnya.***