Penulis: Mochamad Yusuf
Mahasiswa UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan
SuaraPantura.com - Universitas Islam Negeri KH Abdurrahman Wahid Pekalongan melalui mahasiswa KKN mengembangkan sebuah inovasi alat pengubah sampah jadi bahan bakar dengan metode alat bahan yang sederhana sebagai salah satu cara mengurangi beban persampahan di desa dan menciptakan kemandirian dalam pengelolaan sampah.
Koordinator Desa KKN, Mochamad Yusuf menjelaskan teknologi yang telah ditawarkan salah satunya adalah Pirolisis.
"Sampah itu diolah menjadi energi atau waste to energy management dan ini menjadi inovasi pertama dari sekian mahasiswa KKN UIN Gusdur di Tegal" ujarnya, Selasa 18 Oktober 2022.
Pirolisis bekerja dengan melelehkan sampah dengan suhu tinggi, lalu dimasukkan ke dalam kondensor atau tabung dan didinginkan. Asap hasil pembakaran tersebut masih bisa dimanfaatkan lagi untuk gas dan bahan bakar genset, seingga tidak ada energi yang terbuang dalam satu proses.
Bahan dan alat untuk membuat inovasi tergolong sederhana karena mudah dicari dari hasil rongsok sampah. Tahapan pengolahan menjadi bahan bakar melewati proses yang panjang agar menjadi sumber energi bahan bakar. Namun, inovasi yang dibuat memperkenalkan metode yang sederhana supaya masyarakat mampu meniru dan mengaplikasikan membuat alat serupa pribadi.
Inovasi alat pengubah bahan bakar dengan metode pirolisis di presentasikan dalam acara Pengolahan dan Manajemen Bank Sampah pada hari selasa 18 Oktober 2022 di Aula Balai Desa Kesamiran.
Sapuroh, S.Pd selaku kepala desa mengapresiasi atas inisiasi mahasiswa KKN untuk pengolahan dan mengurangi sampah plastik.
"Semoga alat ini bisa dikembangkan lebih baik di desa dan berguna dalam jangka panjang," ujarnya.***