Suarapantura.com - Dugaan kebocoran 1,5 terabyte data nasabah Bank Negara Indonesia atau BNI yang viral di media sosial memicu beragam reaksi dari warganet. Sejumlah netizen mengaku mengalami spam call, pesan mencurigakan, hingga dugaan penipuan yang mengatasnamakan layanan perbankan.
Komentar-komentar itu bermunculan setelah akun Instagram @mositidakpercaya_id mengunggah informasi dugaan data nasabah BNI diperjualbelikan di dark web. Unggahan tersebut menyebut data yang diduga bocor meliputi KTP, paspor, nomor telepon, hingga dokumen perbankan.
Sebagian netizen mengaku mulai merasakan dampak berupa maraknya panggilan telepon dan pesan spam. Akun bernama @elmoudido menulis, “Betul banget data nasabah jadi banyak diteror marketing penipuan.” Sementara akun @desimunggarani_ mengomentari, “Pantesan… ga brenti2 spam call.”
Keluhan serupa juga datang dari akun @amor_142908 yang mengaku orang tuanya kerap menerima telepon dan pesan mencurigakan setiap hari. “Bapa saya setiap hari ada kali puluhan kali spam call SMS chat WA, kadang suka keganggu beliau,” tulisnya.
Netizen lain bahkan mengaitkan dugaan kebocoran data dengan meningkatnya modus penipuan digital yang mengatasnamakan bank. Akun @supriyadidoddy47 menulis, “Pantesan setiap jam 4 ada tlp dr penipuan setan @bni46 gara-gara ini toh?”
Tak hanya itu, beberapa pengguna media sosial juga mengaku mengalami transaksi mencurigakan pada rekening mereka. Akun @vincentia_maria_novia mengaku rekeningnya tiba-tiba terdebit untuk pembayaran asuransi kesehatan yang tidak pernah diikuti.
Meski demikian, tidak semua netizen percaya terhadap dugaan kebocoran data tersebut. Sebagian pengguna media sosial menyebut informasi itu belum tentu benar dan bisa saja merupakan upaya menjatuhkan reputasi perusahaan.
Akun @gstngurahsa bahkan secara tegas menulis, “BERITA HOAX WOII,” sementara akun @ayahtisha0123 menilai isu tersebut terkesan digoreng untuk menyerang kompetitor.
Di tengah perdebatan tersebut, sejumlah warganet meminta masyarakat lebih berhati-hati terhadap nomor telepon asing maupun tautan mencurigakan. Akun @koppiesussu mengingatkan, “Jangan angkat nomor telepon yang ga jelas.”
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Bank Negara Indonesia terkait validitas dugaan kebocoran data tersebut.