Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Danantara Beberkan Potensi Gagal Bayar Dana Pensiun BUMN Rp50 Triliun

Rafael Samuel•
Ekbis

Suarapantura.com - Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria mengungkap adanya penurunan nilai aset (impairment) hingga Rp100 triliun di lingkungan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Nilai impairment tersebut ditemukan dalam proses pembenahan tata kelola dan transparansi laporan keuangan yang sedang dilakukan Danantara bersama BP BUMN terhadap perusahaan-perusahaan pelat merah.

“Anda bisa bayangkan pada tahun ini saja impairment hampir Rp100 triliun akibat kesalahan tata kelola,” ujar Dony Oskaria dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).

Menurut Dony, pembenahan laporan keuangan menjadi langkah penting sebelum laporan keuangan final Danantara dipublikasikan pada pertengahan 2026. Selain impairment aset, pihaknya juga tengah menyelesaikan persoalan potensi gagal bayar dana pensiun BUMN.

Gedung BUMD Kukar Diduga Digadaikan Diam-Diam ke Bank, DPRD Tak Pernah Beri Persetujuan: Kejari Ditantang Bongkar Skandal!
Baca Juga · Ekbis
Gedung BUMD Kukar Diduga Digadaikan Diam-Diam ke Bank, DPRD Tak Pernah Beri Persetujuan: Kejari Ditantang Bongkar Skandal!

“Tahun ini saya harus menyelesaikan lagi potential default dan exposure kita dana pensiun kurang lebih Rp50 triliun,” katanya.

Dony menjelaskan akar persoalan yang membebani keuangan BUMN selama ini berasal dari lemahnya tata kelola perusahaan. Ia menyebut praktik rekayasa keuangan atau financial engineering kerap dilakukan demi mempercantik kinerja perusahaan di atas kertas.

Akibat praktik tersebut, negara dan perusahaan akhirnya harus menanggung kerugian besar akibat investasi yang dinilai digelembungkan, kesalahan manajemen, hingga dugaan fraud atau kecurangan.

BTN dan Perumnas Jual Harapan Punya Rumah, Nabung DP Bertahun-tahun KPR Belum Tentu Disetujui!
Baca Juga · Ekbis
BTN dan Perumnas Jual Harapan Punya Rumah, Nabung DP Bertahun-tahun KPR Belum Tentu Disetujui!

“BUMN harus berubah, harus bertransformasi menjadi lebih transparan dan dikelola menjadi lebih baik,” tegasnya.

Ia mengungkapkan terdapat empat faktor utama yang menyebabkan kerugian di tubuh BUMN. Faktor tersebut meliputi rekayasa keuangan untuk memperbaiki performa, investasi yang dibesar-besarkan, kelalaian dalam pengelolaan perusahaan, hingga praktik fraud.

“Kesalahan yang terjadi akibat empat hal. Financial engineering tujuannya performance terlihat lebih baik. Karena investasi yang digelembungkan dan dibesar-besarkan. Rugi karena keteledoran dalam me-manage atau rugi karena fraud,” ujar Dony.

Kredit Lunas, SK PNS dan Kartu Taspen Hilang, BTN Ambon Disomasi: Nasabah Minta Tanggung Jawab
Baca Juga · Ekbis
Kredit Lunas, SK PNS dan Kartu Taspen Hilang, BTN Ambon Disomasi: Nasabah Minta Tanggung Jawab

Selain nilai impairment yang melonjak, sektor dana pensiun BUMN juga menjadi perhatian serius karena menyimpan risiko besar berupa potensi gagal bayar yang nilainya mencapai puluhan triliun rupiah.

Karena itu, manajemen Danantara disebut memilih menyelesaikan dan menertibkan seluruh pos keuangan bermasalah terlebih dahulu sebelum laporan keuangan resmi dipublikasikan kepada publik.

Tags:
#Danantara#BUMN#Dony Oskaria
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…