Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

BTN dan Perumnas Jual Harapan Punya Rumah, Nabung DP Bertahun-tahun KPR Belum Tentu Disetujui!

Sabila JP•
Ekbis

Penetapan jajaran direksi terbaru PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) di Menara BTN. Jumat, (4/9/2026).(KOMPAS.com/ SHINTA DWI AYU)

Suarapantura.com - Punya rumah masih menjadi impian banyak anak muda. Namun, ketika harga hunian terus menjadi tantangan dan penghasilan tidak selalu sebanding dengan kebutuhan hidup, apakah menabung uang muka saja cukup untuk membuat mereka menjadi pemilik rumah?

Pertanyaan itu mengemuka setelah Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) meluncurkan Program NabungDP pada Rabu (28/10/2026).

Program ini menawarkan skema menabung secara rutin untuk mempersiapkan down payment (DP) atau uang muka pembelian rumah. Pekerja informal yang tidak memiliki slip gaji juga menjadi sasaran program tersebut.

Sekilas, skema ini terdengar menjanjikan. Masyarakat bisa mengumpulkan uang muka secara bertahap, membangun kebiasaan menabung, dan menunjukkan konsistensi keuangan kepada bank.

Namun, ada satu persoalan mendasar yang belum boleh diabaikan: uang muka terkumpul bukan berarti KPR pasti disetujui.

Bagi calon pembeli rumah, terutama pekerja informal dengan pendapatan yang tidak selalu stabil, tantangannya bukan hanya mengumpulkan DP. Mereka juga harus mampu membayar cicilan dalam jangka panjang, memenuhi persyaratan kredit, serta menanggung biaya lain yang menyertai pembelian rumah.

Rajin Menabung Belum Tentu Lolos KPR

Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumnas, Imelda Alini Pohan, menyebut Program NabungDP dirancang untuk membiasakan masyarakat mempersiapkan kepemilikan rumah melalui tabungan rutin.

Menurut Imelda, bank dapat melihat konsistensi setoran selama periode tertentu. Riwayat menabung selama minimal enam bulan hingga satu tahun disebut dapat menjadi salah satu indikator kedisiplinan keuangan calon debitur.

Namun, riwayat tabungan bukan satu-satunya dasar penilaian kredit.

Bank tetap perlu menilai kemampuan membayar, kestabilan pendapatan, kewajiban keuangan lain, serta persyaratan KPR yang berlaku.

Kredit Lunas, SK PNS dan Kartu Taspen Hilang, BTN Ambon Disomasi: Nasabah Minta Tanggung Jawab
Baca Juga · Ekbis
Kredit Lunas, SK PNS dan Kartu Taspen Hilang, BTN Ambon Disomasi: Nasabah Minta Tanggung Jawab

Artinya, seseorang yang disiplin menabung selama setahun tetap bisa menghadapi penolakan apabila kemampuan membayar cicilannya dinilai belum memadai.

Di sinilah pertanyaan pentingnya: apakah program ini sekadar membantu masyarakat mengumpulkan DP, atau juga memberikan solusi nyata bagi mereka yang penghasilannya belum cukup untuk memenuhi persyaratan KPR?

Tanpa penjelasan mengenai kriteria pembiayaan dan tingkat keberhasilan pengajuan, program tabungan belum dapat dianggap sebagai jaminan jalan keluar bagi persoalan kepemilikan rumah.

Pekerja Informal Jadi Sasaran, Bagaimana Bank Mengukur Penghasilannya?

Perumnas dan BTN turut menyasar pekerja informal yang tidak memiliki slip gaji. Kelompok ini mencakup masyarakat dengan pola pendapatan yang dapat berbeda dari pekerja bergaji tetap.

Bagi pedagang kecil, pengemudi, pekerja lepas, dan pelaku usaha mikro, pendapatan bulanan bisa berubah mengikuti kondisi usaha dan permintaan pasar.

Menabung secara rutin tentu dapat membantu menunjukkan kebiasaan mengelola uang. Namun, konsistensi menyetorkan tabungan tidak selalu berarti penghasilan seseorang cukup untuk membayar cicilan rumah setiap bulan.

Seseorang bisa saja menyisihkan uang ketika pendapatan sedang tinggi, tetapi kesulitan memenuhi kewajiban ketika usaha sepi atau kebutuhan keluarga meningkat.

Karena itu, program yang menyasar pekerja informal perlu disertai penjelasan mengenai cara menilai penghasilan yang tidak tetap, kemampuan membayar cicilan, dan perlindungan bagi calon debitur yang kondisi ekonominya berubah.

Jangan sampai masyarakat didorong untuk menabung DP, tetapi baru mengetahui bahwa kemampuan finansialnya belum memenuhi syarat ketika pengajuan KPR dilakukan.

Kredit BTN Rp629,8 Miliar Diusut, KAMAKSI Desak Kortas Tipikor Telusuri Rantai Keputusan hingga Dirut
Baca Juga · Ekbis
Kredit BTN Rp629,8 Miliar Diusut, KAMAKSI Desak Kortas Tipikor Telusuri Rantai Keputusan hingga Dirut

DP Terkumpul, Biaya Lain Masih Menunggu

Persoalan kepemilikan rumah juga tidak berhenti pada uang muka.

Calon pembeli perlu memperhitungkan cicilan bulanan, biaya administrasi dan transaksi yang berlaku, serta pengeluaran setelah menempati rumah. Besarnya biaya tersebut bergantung pada skema pembelian dan ketentuan yang diterapkan.

Bagi keluarga dengan penghasilan terbatas, biaya-biaya itu dapat memengaruhi kemampuan mempertahankan kepemilikan rumah setelah akad kredit.

Karena itu, ukuran keberhasilan program seharusnya tidak hanya dilihat dari jumlah rekening yang dibuka atau total uang muka yang terkumpul.

Hal yang lebih penting adalah berapa banyak peserta yang akhirnya memperoleh persetujuan KPR, mampu membayar cicilan secara berkelanjutan, dan benar-benar menempati rumah yang dibeli.

Tanpa indikator tersebut, publik belum dapat menilai seberapa besar dampak nyata NabungDP terhadap akses kepemilikan rumah.

Dana Atas Nama Nasabah, Bagaimana Kepastian dan Ketentuannya?

Imelda menyatakan dana yang disetorkan melalui Program NabungDP tercatat atas nama pribadi nasabah dan nantinya dapat digunakan untuk membantu pembelian rumah setelah pengajuan KPR disetujui.

Pernyataan itu memberikan gambaran mengenai skema program. Namun, calon peserta tetap perlu memperoleh penjelasan lengkap mengenai ketentuan rekening, akses terhadap dana, biaya yang mungkin berlaku, serta prosedur apabila rencana pembelian rumah batal atau pengajuan KPR ditolak.

Masyarakat juga perlu mengetahui apakah terdapat target setoran, jangka waktu menabung, batas minimum saldo, atau ketentuan lain yang harus dipenuhi.

Ruang Kerja Perry Warjiyo Pernah Digeledah, Mengapa KPK Belum Juga Memeriksanya dalam Kasus CSR BI?
Baca Juga · Ekbis
Ruang Kerja Perry Warjiyo Pernah Digeledah, Mengapa KPK Belum Juga Memeriksanya dalam Kasus CSR BI?

Kejelasan tersebut penting agar calon peserta memahami hak dan kewajibannya sejak awal, bukan hanya tertarik pada janji kemudahan membeli rumah.

BTN dan Perumnas Perlu Membuka Ukuran Keberhasilan

Program NabungDP diperkenalkan sebagai upaya membantu masyarakat mempersiapkan uang muka rumah melalui kebiasaan menabung. Akan tetapi, keberhasilan program tidak cukup diukur dari niat baik atau jumlah peserta yang bergabung.

Ada sejumlah pertanyaan yang layak dijawab Perumnas dan BTN:

  1. Berapa target peserta dan berapa yang diproyeksikan benar-benar memperoleh KPR?

  2. Apakah ada simulasi harga rumah, target DP, dan cicilan berdasarkan kelompok penghasilan?

  3. Bagaimana bank menilai kelayakan kredit pekerja informal yang pendapatannya berubah-ubah?

  4. Apakah calon peserta akan mendapatkan simulasi kemampuan membayar sebelum mulai menabung?

  5. Bagaimana ketentuan pengambilan dana apabila peserta tidak lolos KPR?

  6. Apa saja biaya tambahan yang perlu disiapkan di luar uang muka?

  7. Bagaimana BTN dan Perumnas mengukur keberhasilan program setelah peserta menyelesaikan masa menabung?

Jawaban atas pertanyaan tersebut akan membantu masyarakat membedakan antara kemudahan mempersiapkan uang muka dan kepastian memperoleh rumah.

Jangan Berhenti pada Kampanye Menabung

Kolaborasi Perumnas dan BTN dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin menyiapkan uang muka secara bertahap. Namun, program ini perlu dinilai berdasarkan hasil nyata, bukan hanya narasi bahwa rumah akan lebih mudah dijangkau melalui tabungan rutin.

Bagi anak muda dan pekerja informal, persoalan kepemilikan rumah berkaitan dengan harga hunian, pendapatan, biaya hidup, serta kemampuan membayar cicilan selama bertahun-tahun.

Menabung merupakan langkah awal yang masuk akal. Tetapi langkah itu tidak menghapus persoalan keterjangkauan rumah maupun risiko ketika pengajuan kredit tidak disetujui.

BTN dan Perumnas kini perlu menjelaskan lebih jauh: berapa banyak masyarakat yang benar-benar akan berhasil memiliki rumah melalui NabungDP, bukan sekadar berhasil mengumpulkan uang muka?

Sebab, bagi masyarakat yang sedang berjuang membeli rumah, yang dibutuhkan bukan hanya rekening tabungan dan harapan. Mereka membutuhkan skema yang transparan, perhitungan biaya yang jelas, dan peluang kepemilikan rumah yang realistis sesuai kemampuan keuangan.

Tags:
#BTN#perumnas#KPR#Nasabah
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…