Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Kredit BNI ke Agrinas Tembus Rp45,8 Triliun, Investor Khawatir Risiko KDMP

Sabila JP•
Ekbis

Ilustrasi Gedung BNI. (Dok. BNI)

Suarapantura.com - Penyaluran kredit jumbo Bank Negara Indonesia (BNI) kepada PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi perhatian investor. Hingga September 2026, nilai kredit yang disalurkan mencapai Rp45,8 triliun.

Besarnya pembiayaan tersebut menjadi sorotan karena nilainya setara sekitar 65 persen dari total kredit BNI di segmen korporasi yang mencapai Rp70 triliun. Kondisi ini membuat eksposur BNI terhadap Agrinas menjadi salah satu perhatian utama dalam penilaian risiko bisnis bank.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengakui adanya kekhawatiran investor terhadap pembiayaan program tersebut. Terutama menyangkut potensi risiko kredit dan kepastian pembayaran dari pemerintah.

“Saya memahami banyak investor menyampaikan kekhawatiran terkait program ini pada kuartal lalu. Kekhawatiran tersebut terutama menyangkut risiko kredit dan kepastian pembayaran dari pemerintah,” ujar Putrama dalam pertemuan dengan analis pekan lalu.

Adu Ekspansi Kredit BNI, Mandiri, dan BCA: Pertumbuhan Tinggi Belum Tentu Paling Unggul
Baca Juga · Ekbis
Adu Ekspansi Kredit BNI, Mandiri, dan BCA: Pertumbuhan Tinggi Belum Tentu Paling Unggul

Meski demikian, Putrama memastikan BNI telah menyiapkan pengelolaan risiko dan struktur pembiayaan yang dinilai tepat. Ia juga menyampaikan bahwa BNI telah menerima pembayaran angsuran pertama dari Agrinas pada September 2026.

Namun, manajemen tidak merinci besaran angsuran yang telah diterima. Karena itu, informasi mengenai pembayaran pertama tersebut belum memberikan gambaran lengkap mengenai besarnya kewajiban yang sudah dipenuhi maupun jadwal pembayaran berikutnya.

Putrama menilai pembayaran tepat waktu itu menjadi indikasi bahwa pelaksanaan program KDMP berjalan baik dan risiko pembiayaan masih dapat dikendalikan.

BNI Imbau Nasabah Waspadai Telepon yang Mengatasnamakan Pihak Bank
Baca Juga · Ekbis
BNI Imbau Nasabah Waspadai Telepon yang Mengatasnamakan Pihak Bank

Di sisi lain, besarnya nilai kredit tetap menempatkan BNI pada posisi yang perlu menjaga kualitas penyaluran dana. Kepastian arus pembayaran dan kemampuan debitur memenuhi kewajiban menjadi aspek penting, mengingat pembiayaan kepada Agrinas mengambil porsi besar dari kredit korporasi perseroan.

BNI sendiri mencatat pertumbuhan kredit secara keseluruhan sebesar 22,2 persen secara tahunan menjadi Rp992,5 triliun. Pertumbuhan tersebut turut mendorong peningkatan pangsa pasar perseroan menjadi 10,6 persen pada Agustus 2026, dibandingkan 9,5 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Putrama menegaskan bahwa BNI tidak hanya mengejar pertumbuhan penyaluran kredit, tetapi juga menjaga disiplin dalam mengembangkan bisnis.

Dana Sudah Disetor, QRIS hingga Transfer Tak Bisa Dipakai: Nasabah Pertanyakan Layanan MNC Bank
Baca Juga · Ekbis
Dana Sudah Disetor, QRIS hingga Transfer Tak Bisa Dipakai: Nasabah Pertanyakan Layanan MNC Bank

“Kami tetap mengedepankan disiplin dalam mengembangkan bisnis,” katanya.

Dari sisi kualitas aset, BNI melaporkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) berada di level 1,94 persen.

Meski rasio NPL tersebut masih terjaga, besarnya pembiayaan kepada Agrinas tetap menjadi salah satu hal yang patut dicermati. Investor tentu membutuhkan transparansi mengenai struktur kredit, jadwal angsuran, sumber pembayaran, serta perkembangan realisasi kewajiban Agrinas ke depan.

Dengan nilai pembiayaan mencapai Rp45,8 triliun, keberlanjutan pembayaran kredit KDMP bukan hanya menjadi perhatian bagi Agrinas, tetapi juga berkaitan dengan pengelolaan risiko dan kepercayaan pasar terhadap BNI.

Tags:
#BNI#KDMP#Agrinas Pangan Nusantara#NPL
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…