Ilustrasi Bank Jago. (Foto: Istimewa)
Suarapantura.com - Persoalan akses rekening kembali menjadi keluhan nasabah perbankan digital. Seorang pengguna Bank Jago di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengaku tidak dapat mengakses rekeningnya setelah menggunakan perangkat baru. Akibatnya, saldo sekitar Rp2,8 juta yang disebut sebagai seluruh dana daruratnya tidak bisa digunakan.
Nasabah tersebut mengungkapkan rekeningnya terkunci sejak 28 Oktober 2026. Ia menduga pembatasan akses berkaitan dengan penggunaan perangkat baru di kota berbeda karena sedang merantau.
Pada hari yang sama, ia mengaku telah dua kali menghubungi layanan pelanggan Bank Jago melalui telepon. Namun, menurut pengaduannya, ia hanya diminta menunggu dengan penjelasan bahwa sistem mendeteksi penggunaan perangkat baru dari lokasi berbeda.
Nasabah mengaku sudah menjelaskan kondisinya kepada petugas layanan pelanggan. Ia berharap persoalan tersebut segera diselesaikan agar bisa kembali menggunakan uang miliknya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun, hingga 29 Oktober 2026, rekeningnya disebut masih terkunci.


Lapor Berkali-kali, Jawaban Tetap Diminta Menunggu
Tidak mendapat kepastian, nasabah kemudian menyampaikan pengaduan melalui WhatsApp Bank Jago. Akan tetapi, ia mengaku kembali diminta menunggu dengan estimasi penyelesaian hingga sembilan hari kerja.
Laporan tersebut tercatat dengan nomor tiket 2465615.
Nasabah mengaku kecewa karena dana yang tidak dapat diakses bukan sekadar uang simpanan biasa. Saldo sekitar Rp2,8 juta itu disebut sebagai modal hidup selama berada di perantauan.
Pada 30 Oktober 2026, ia kembali memeriksa rekeningnya. Namun, akses masih belum pulih.
Ia kemudian mencoba menghubungi Bank Jago melalui sejumlah saluran lain, termasuk pesan langsung Instagram dan email. Menurut pengakuannya, jawaban yang diterima tetap meminta dirinya menunggu.
Kondisi tersebut membuat nasabah semakin frustrasi. Ia juga mengaku telah menyampaikan keluhannya melalui media sosial X dan TikTok agar mendapat perhatian.
Dana Darurat Tak Bisa Dipakai, Nasabah Mengaku Kesulitan Makan
Dampak yang paling dikhawatirkan bukan hanya ketidaknyamanan menggunakan aplikasi, melainkan terputusnya akses terhadap uang untuk kebutuhan pokok.
Dalam pengaduannya, nasabah menyebut uangnya sudah habis karena tidak bisa mengambil atau menggunakan saldo yang tersimpan di rekening Bank Jago.
Ia bahkan mengaku hanya memiliki kesempatan satu kali lagi untuk makan layak pada hari keluhannya disampaikan.
Kondisi ini memperlihatkan betapa besar ketergantungan sebagian masyarakat terhadap layanan perbankan digital. Ketika akses rekening terhenti, nasabah yang tidak memiliki rekening atau sumber dana alternatif dapat langsung menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di sisi lain, keamanan rekening memang menjadi aspek penting dalam layanan perbankan digital. Penggunaan perangkat baru atau aktivitas yang dinilai tidak biasa dapat memicu pemeriksaan keamanan. Namun, nasabah tetap membutuhkan informasi yang jelas mengenai alasan pembatasan, tahapan verifikasi, serta kepastian waktu penyelesaian.
Bank Jago Perlu Beri Kejelasan
Kasus ini memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana mekanisme penanganan rekening yang terkunci ketika nasabah sedang berada jauh dari kota asalnya.
Apakah pemeriksaan keamanan harus membuat nasabah kehilangan akses terhadap seluruh dananya selama berhari-hari? Adakah prosedur verifikasi alternatif yang dapat dilakukan agar keamanan tetap terjaga tanpa mengabaikan kebutuhan mendesak nasabah?
Bank Jago juga perlu menjelaskan apakah estimasi sembilan hari kerja merupakan batas waktu penanganan atau hanya perkiraan, serta apakah tersedia jalur eskalasi untuk kasus yang menyebabkan nasabah tidak dapat mengakses dana kebutuhan pokok.
Hingga pengaduan tersebut disampaikan, nasabah mengaku belum memperoleh penyelesaian maupun kepastian kapan rekeningnya dapat digunakan kembali.
Keluhan ini menjadi pengingat bahwa perlindungan keamanan dalam perbankan digital harus berjalan beriringan dengan kepastian layanan dan perlindungan hak nasabah.
Nasabah bukan hanya membutuhkan sistem yang mampu mendeteksi aktivitas mencurigakan, tetapi juga mekanisme pemulihan akses yang jelas ketika pembatasan ternyata berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.
Bank Jago diharapkan segera memberikan penjelasan atas laporan bernomor 2465615 tersebut, termasuk memastikan status dana Rp2,8 juta milik nasabah dan memberikan solusi agar akses rekening dapat dipulihkan sesuai hasil verifikasi.
Catatan: Berita ini disusun berdasarkan pengaduan konsumen. Penjelasan dan tanggapan resmi Bank Jago masih perlu dimintakan agar duduk perkara serta alasan pembatasan rekening dapat diketahui secara berimbang.