Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Transaksi Kartu Kredit BNI Diduga Dibobol, Nasabah Keluhkan Proses Sanggahan Berbelit

Sabila JP•
Ekbis

logo bank bni

Suarapantura.com - Penanganan dugaan transaksi kartu kredit tanpa sepengetahuan pemiliknya kembali menjadi sorotan. Kali ini, seorang nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) bernama Raja Daniel mengeluhkan proses pengajuan sanggahan transaksi yang menurut pengakuannya berulang kali mengalami kendala.

Keluhan tersebut disampaikan melalui platform Media Konsumen. Raja mengaku menerima notifikasi transaksi mencurigakan menggunakan kartu kredit BNI American Express (Amex) Vibe pada sejumlah merchant luar negeri dengan mata uang asing, Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Merasa tidak pernah melakukan transaksi tersebut, Raja langsung memblokir kartu melalui aplikasi wondr by BNI. Ia kemudian menghubungi BNI Call dan memperoleh nomor laporan 200040506621.

Pada hari yang sama, Raja mengirimkan formulir sanggahan transaksi beserta dokumen pendukung melalui email resmi BNI. Dokumen tersebut meliputi foto KTP, kartu kredit, serta foto selfie sambil memegang KTP dan kartu kredit.

Ia mengaku seluruh dokumen awal telah dikirim pada 25 Oktober 2026 pukul 12.45 WIB.

Selain melaporkan transaksi yang tidak dikenali, Raja juga mengajukan perubahan data nomor telepon dengan melengkapi surat pernyataan, foto identitas, dan dokumen kartu kredit. Permohonan tersebut dikirim melalui email pada hari yang sama.

Dokumen Diminta Kembali, Nasabah Pertanyakan Persyaratan

Persoalan mulai muncul ketika Raja menerima balasan dari BNI pada 28 Oktober 2026. Dalam email tersebut, permohonan perubahan nomor telepon disebut belum dapat diproses karena masih membutuhkan dokumen tambahan.

Nasabah BRI Besitang Protes Pelayanan Pegawai, Pelunasan KUR Rp17 Juta Diduga Tak Disetorkan
Baca Juga · Ekbis
Nasabah BRI Besitang Protes Pelayanan Pegawai, Pelunasan KUR Rp17 Juta Diduga Tak Disetorkan

BNI, menurut pengakuan Raja, meminta foto kartu kredit yang memperlihatkan nomor kartu dengan tiga digit CVV ditutup serta foto setengah badan sambil memegang KTP dan kartu kredit.

Raja mempertanyakan persyaratan tersebut karena merasa tidak pernah menerima informasi mengenai permintaan foto setengah badan saat pertama kali menghubungi pihak bank.

Pada 29 Oktober 2026, BNI kembali meminta dokumen tambahan agar perubahan data dapat diproses. Karena keberatan dengan permintaan foto tersebut, Raja kemudian memilih menutup dua kartu kreditnya, yakni BNI Mastercard World dan BNI Platinum.

Namun, upaya penutupan kartu BNI American Express Vibe tidak dapat dilanjutkan. Menurut penjelasan yang diterimanya, kartu tersebut masih memiliki transaksi yang belum terposting.

Pada tanggal yang sama, Raja juga menerima permintaan revisi formulir sanggahan. Penyebabnya, transaksi dalam mata uang asing telah terposting menjadi rupiah sehingga nominal dalam formulir harus disesuaikan.

Raja mengaku memenuhi permintaan revisi tersebut dan mengirimkan kembali formulir pada hari yang sama.

DPRD Maluku Ultimatum BRI: Jaminan Nasabah Pasahari Harus Kembali Desember, Pimpinan Terancam Dicopot
Baca Juga · Ekbis
DPRD Maluku Ultimatum BRI: Jaminan Nasabah Pasahari Harus Kembali Desember, Pimpinan Terancam Dicopot

Foto Identitas Kembali Ditolak

Pada 2 November 2026, Raja akhirnya mengirimkan dokumen tambahan sesuai permintaan BNI. Ia menyertakan foto setengah badan sambil memegang KTP dan kartu kredit, serta foto kartu dengan tiga digit CVV ditutup.

Namun, menurut pengakuannya, dokumen tersebut kembali dinyatakan belum memenuhi persyaratan oleh agen layanan bernama Nuri.

Raja menyebut pihak BNI masih meminta foto kartu kredit yang memperlihatkan nomor dan masa berlaku serta foto setengah badan dengan ketentuan tertentu.

Ia mengaku tidak memahami bagian mana dari dokumen yang dianggap belum sesuai. Pada 3 November 2026, Raja kembali mengirimkan revisi foto, tetapi dokumen tersebut kembali ditolak.

Berulangnya permintaan perbaikan dokumen membuat Raja merasa proses penanganan pengaduannya semakin melelahkan.

Nasabah Mengaku Disarankan Membayar Tagihan Transaksi

Kekecewaan Raja semakin besar karena kartu American Express Vibe yang menjadi sumber persoalan belum dapat ditutup akibat adanya transaksi yang masih berstatus belum terposting.

Rp112,5 Miliar Dana Pascatambang Koba Tin Dicairkan, Kejati Babel Ditunggu Ungkap Siapa Penerima Akhirnya
Baca Juga · Ekbis
Rp112,5 Miliar Dana Pascatambang Koba Tin Dicairkan, Kejati Babel Ditunggu Ungkap Siapa Penerima Akhirnya

Ia juga mengaku mendapat saran untuk membayar tagihan atas transaksi yang justru sedang ia sanggah karena merasa tidak pernah melakukannya.

Bagi Raja, kondisi tersebut menimbulkan ketidakpastian. Di satu sisi, ia telah melaporkan dugaan transaksi tidak sah dan mengajukan sanggahan. Namun di sisi lain, penyelesaian laporan serta penutupan kartu belum mendapatkan kepastian seperti yang diharapkannya.

Raja menyatakan kecewa dan berencana menghentikan penggunaan seluruh produk BNI. Ia juga mengaku pasrah terhadap status kartu BNI American Express Vibe yang menurutnya belum dapat ditutup maupun digunakan untuk menyelesaikan perubahan data nomor telepon.

Keluhan ini menyisakan sejumlah pertanyaan yang perlu dijawab BNI, mulai dari mekanisme penanganan transaksi yang disanggah nasabah, alasan dokumen berulang kali dinyatakan tidak sesuai, hingga kepastian penyelesaian tagihan yang dipersoalkan.

Klarifikasi BNI diperlukan untuk menjelaskan prosedur verifikasi identitas, status investigasi transaksi, serta hak dan kewajiban nasabah selama proses sanggahan berlangsung.

Sebab, ketika nasabah melaporkan transaksi yang tidak dikenali, kepastian proses penanganan, transparansi persyaratan, dan komunikasi yang jelas menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan terhadap layanan perbankan.

Tags:
#Bank BNI#Fraud#Nasabah
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…