Memuat...IDR/USD 16.285 0.12%IHSG 7.842,11 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C

Jalur Pantura Jadi Trek Tersulit, Bhikkhu Thudong Pilih Santai Demi Spiritualitas dan Pesan Toleransi

Sabila JP2 views
Jateng Pantura

Perjalanan spiritual Thudong yang dijalani belasan Bhikkhu menuju Candi Sewu terus menyita perhatian masyarakat di sepanjang jalur Pantura Jawa Tengah. Setelah bermalam di Kabupaten Demak, rombongan Bhikkhu tiba di Semarang pada Minggu (24/5/2026) dan disambut hangat warga lintas agama di Masjid Al Falah.

Sebanyak 16 Bhikkhu tiba sekitar pukul 11.30 WIB untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju wilayah selatan Jawa Tengah. Kedatangan mereka disambut pengurus masjid, anggota Pagar Nusa, aparat TNI-Polri, perangkat kelurahan dan kecamatan, hingga masyarakat sekitar.

Salah satu Bhikkhu senior, Nyanakaruno Mahathera mengatakan perjalanan Thudong bukan sekadar ritual spiritual, tetapi juga membawa pesan perdamaian dan toleransi antarumat beragama.

“Perjalanan ini adalah langkah-langkah kami untuk perdamaian dunia. Selama perjalanan, kami mendapat banyak dukungan dari sahabat muslim, kristen, katolik, hingga para pengusaha muslim,” ujarnya.

Menurutnya, sejak memulai perjalanan dari Candi Sima di Desa Blingoh, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, rombongan kerap mendapat bantuan dan tempat singgah dari masyarakat lintas agama.

Ketahuan Jual Rokok Ilegal, Warung di Pekalongan Terancam Ditutup dan Izin Dicabut
Baca Juga · Jateng Pantura
Ketahuan Jual Rokok Ilegal, Warung di Pekalongan Terancam Ditutup dan Izin Dicabut

Mereka bahkan sempat bermalam di klenteng di wilayah Welahan sebelum melanjutkan perjalanan ke Demak dan Semarang. Sambutan hangat juga diterima saat rombongan singgah di sejumlah masjid dan gedung komunitas.

Namun di balik suasana penuh toleransi tersebut, jalur Pantura menjadi tantangan tersendiri bagi para Bhikkhu. Cuaca panas ekstrem membuat perjalanan harus ditempuh dengan tempo lebih santai.

“Luar biasa panasnya. Ini menjadi trek paling menantang karena cuacanya sangat terik. Karena itu kami lebih banyak beristirahat. Apalagi saya yang paling tua, jadi perjalanan dijalani santai dan tidak mengejar waktu,” ungkap Nyanakaruno Mahathera.

Ia menjelaskan, perjalanan tetap dijalani dengan disiplin spiritual, termasuk aturan sederhana seperti tidak diperbolehkan minum sambil berjalan.

Dua Atlet Dayung Remaja Ditemukan Meninggal di Kali Waluh Pemalang Saat Latihan
Baca Juga · Jateng Pantura
Dua Atlet Dayung Remaja Ditemukan Meninggal di Kali Waluh Pemalang Saat Latihan

“Boleh minum, tetapi harus duduk. Jadi kami harus berhenti terlebih dahulu,” katanya.

Menurutnya, perjalanan Thudong dilakukan untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai damai di tengah kehidupan modern yang semakin kompleks.

“Perdamaian harus dimulai dari dalam diri sendiri. Semoga perjalanan ini mengingatkan masyarakat bahwa damai adalah sumber kebahagiaan bagi setiap makhluk,” tuturnya.

Di antara peserta perjalanan, terdapat Bhikkhu termuda berusia 20 tahun yakni Samanera Nirodha Rakitta, mahasiswa semester IV Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga.

Lestarikan Budaya Jawa, Ratusan Pelajar SMPN 4 Batang Pentaskan Ketoprak di Gelar Budaya IV
Baca Juga · Jateng Pantura
Lestarikan Budaya Jawa, Ratusan Pelajar SMPN 4 Batang Pentaskan Ketoprak di Gelar Budaya IV

Ia mengaku mengikuti Thudong karena terinspirasi gurunya yang juga ikut dalam perjalanan tersebut. Menurutnya, menjalani kehidupan spiritual di usia muda memiliki tantangan tersendiri di tengah perkembangan dunia digital.

“Kehidupan sekarang semakin maju dan serba digital. Sebagai anak muda tentu banyak keinginan, dan itu menjadi tantangan dalam latihan spiritual,” ujarnya.

Meski begitu, ia merasa bangga bisa mengikuti perjalanan tersebut karena menjadi kesempatan memperkenalkan tradisi Buddhis kepada masyarakat luas.

“Tantangan cuaca juga cukup terasa karena saya terbiasa tinggal di Boyolali yang dingin. Saat berjalan di Pantura cuacanya sangat panas, jadi harus benar-benar menyesuaikan diri,” pungkasnya.

Tags:
#Candi sewu#Khikkhu thudong#semarang#aparat tni-polri#candi borobudur
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar