Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Kesalahan Tata Air Pantura Tak Boleh Terulang

Isabella Aluna Zahira•
Jateng Pantura

Kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura) saat ini menghadapi persoalan serius berupa penurunan muka tanah, banjir rob, dan degradasi lingkungan pesisir. Kondisi ini tidak lepas dari sejarah panjang pengelolaan air dan tata ruang yang kurang adaptif terhadap kondisi alam.

Sejumlah pakar menilai bahwa pola penanganan masa lalu, termasuk pendekatan teknis yang hanya berfokus pada infrastruktur keras, berkontribusi pada masalah yang terjadi saat ini.

Kompas.id menyoroti pentingnya belajar dari sejarah pengelolaan wilayah pesisir agar kesalahan serupa tidak kembali terulang.

Pelajaran dari Masa Lalu dalam Pengelolaan Pesisir

Dalam konteks sejarah, pengelolaan air di Pantura banyak dipengaruhi pendekatan rekayasa yang berfokus pada pengeringan lahan dan pembangunan kanal. Pendekatan ini memang sempat mendukung aktivitas ekonomi, tetapi dalam jangka panjang menimbulkan dampak ekologis.

Baca Juga · Jateng Pantura
Kabur ke Hutan, Dua Terduga Pengedar Obat Keras Ditangkap di Purbalingga

Dampak pendekatan lama yang masih terasa

  • Penurunan tanah akibat pengeringan lahan rawa dan delta

  • Ketergantungan pada sistem tanggul dan kanal

  • Hilangnya fungsi alami ekosistem pesisir

  • Meningkatnya kerentanan terhadap banjir rob

Para ahli menilai bahwa pendekatan yang terlalu mengontrol alam tanpa mempertimbangkan keseimbangan ekologi justru memperbesar risiko bencana di masa depan.

Krisis Saat Ini: Kombinasi Alam dan Aktivitas Manusia

Kondisi Pantura saat ini bukan hanya akibat sejarah, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor modern seperti:

  • Ekstraksi air tanah berlebihan di kawasan industri dan perkotaan

  • Perubahan iklim global yang menaikkan permukaan laut

  • Penurunan kualitas ekosistem mangrove

  • Perubahan penggunaan lahan yang tidak terkendali

Kombinasi faktor tersebut membuat wilayah pesisir semakin rentan terhadap genangan permanen dan kerusakan infrastruktur.

Jaga Integritas APBD 2027, Sekda Jateng Ingatkan Anggaran Bukan Hak Pribadi
Baca Juga · Jateng Pantura
Jaga Integritas APBD 2027, Sekda Jateng Ingatkan Anggaran Bukan Hak Pribadi

Risiko Jika Mengulang Pola Lama

Para pakar lingkungan mengingatkan bahwa mengandalkan solusi tunggal seperti tanggul besar tanpa pembenahan sistemik berpotensi mengulang kesalahan masa lalu.

Risiko utama yang dapat terjadi

  • Ketergantungan pada infrastruktur yang mahal dan kaku

  • Hilangnya kemampuan adaptasi alami pesisir

  • Kerusakan ekosistem yang semakin luas

  • Beban pemeliharaan jangka panjang yang tinggi

Pendekatan yang hanya berorientasi pada pengendalian air tanpa memulihkan ekosistem dinilai tidak berkelanjutan.

Arah Solusi: Adaptasi Berbasis Ekologi

Sebagai alternatif, pendekatan modern pengelolaan Pantura mulai mengarah pada kombinasi antara rekayasa teknik dan pemulihan alam.

Lahir di Magelang, Prof CC Chan Kembali ke Indonesia Ajak Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik
Baca Juga · Jateng Pantura
Lahir di Magelang, Prof CC Chan Kembali ke Indonesia Ajak Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik

Strategi yang direkomendasikan

  • Restorasi hutan mangrove sebagai pelindung alami pesisir

  • Pengendalian ketat penggunaan air tanah

  • Penataan ulang tata ruang berbasis risiko bencana

  • Integrasi infrastruktur dengan solusi berbasis alam (nature-based solutions)

Pendekatan ini dianggap lebih tahan terhadap perubahan jangka panjang karena memanfaatkan fungsi alami ekosistem.

Kesimpulan

Krisis Pantura menunjukkan bahwa kesalahan pengelolaan air di masa lalu tidak boleh diulang. Pendekatan yang hanya mengandalkan infrastruktur tanpa memperhatikan ekosistem terbukti menimbulkan kerentanan baru.

Solusi ke depan harus lebih adaptif, menggabungkan teknologi, tata ruang yang bijak, serta pemulihan ekosistem pesisir agar wilayah Pantura lebih berkelanjutan.

Tags:
#Pantura#penurunan tanah#tata kelola air
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…