Suarapantura.com - Festival musik Rock In Solo 2026 diputuskan ditunda hingga tahun depan. Keputusan tersebut diambil penyelenggara dengan mempertimbangkan situasi sosial, ekonomi, politik, dan keamanan yang dinilai belum kondusif, ditambah rentetan bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Wali Kota Solo Respati Ardi menyatakan menghormati keputusan penyelenggara. Ia menyampaikan hal itu kepada wartawan di Balai Kota Solo, Selasa (13/10/2026). Pemerintah Kota (Pemkot) Solo juga membuka ruang komunikasi dengan penyelenggara sebagai bentuk dukungan terhadap festival tersebut.
Menurut Respati, Rock In Solo merupakan salah satu ikon industri kreatif Kota Solo. Festival yang digelar setiap tahun itu membawa dampak ekonomi berganda bagi daerah, mulai dari kunjungan wisatawan hingga perputaran usaha warga sekitar. Pemkot Solo selama ini mendukung industri kreatif, termasuk penyelenggaraan konser musik.
"Jika itu keputusan dari penyelenggara kami persilakan, tetapi semoga tahun depan kami dari Pemerintah Kota Surakarta mendorong dan men-support agar terlaksana tahun depan dengan baik dan semoga bencana cepat selesai," ujar Respati.
Sebelumnya, penyelenggara menyampaikan pertimbangan penundaan melalui unggahan di akun Instagram @rockinsolofestival. Mereka menyinggung sejumlah bencana, antara lain gempa bumi di Flores, erupsi Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan di sejumlah wilayah Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, dan Papua. Penanganan bencana yang dinilai belum maksimal juga menjadi perhatian penyelenggara.
Penyelenggara mengaku tidak mampu tetap menggelar perhelatan besar di tengah situasi seperti sekarang. Karena itu, Rock In Solo 2026 diputuskan ditunda sampai tahun depan. Bagi penyelenggara, festival tersebut dibangun di atas nilai kemanusiaan, etika, dan empati, sehingga ada hal yang dinilai lebih penting dan lebih besar daripada sebuah pertunjukan musik.
Meski festival utama tidak digelar tahun ini, perjalanan Rock In Solo belum sepenuhnya berhenti. Penyelenggara berencana memulai rangkaian acara bertajuk A Journey of Rock in Solo dalam skala yang lebih memungkinkan. Jadwal dan bentuk kegiatan tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat.
Respati menambahkan, sejumlah acara besar tetap akan terselenggara di Kota Solo hingga akhir tahun. Di antaranya acara musik yang sedang disiapkan di Taman Balekambang serta Dhaup Ageng (pernikahan agung) di Mangkunegaran. Pemkot Solo mengimbau masyarakat ikut berbahagia atas rangkaian agenda tersebut.
Rock In Solo dikenal sebagai festival musik tahunan yang digelar di Kota Surakarta, Jawa Tengah, dan telah menjadi wadah bagi musisi serta komunitas musik, khususnya musik keras. Penundaan edisi 2026 ini menjadi kabar yang mengecewakan bagi para penggemarnya, namun penyelenggara berharap festival dapat kembali digelar tahun depan dalam situasi yang lebih baik.
Sumber: Solopos/Espos.id dan Distorzi.