Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Jelang Musim Hujan, BPBD Solo Gelar Simulasi Banjir di Mojo dan Semanggi

M teguh•
Jateng Pantura

Foto: Solopos

Suarapantura.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo menggelar simulasi kesiapsiagaan bencana banjir di kawasan Mojo dan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, pada Kamis (29/10/2026) pagi. Latihan yang dipusatkan di Jalan Sungai Serang itu melibatkan relawan, Satgas Bencana, serta berbagai organisasi terkait.

Kegiatan ini dirancang untuk menguji kesiapan petugas sekaligus membiasakan warga menghadapi situasi darurat. Dalam kondisi nyata, kepanikan dan koordinasi yang tidak jelas sering kali memperbesar risiko. Karena itu, simulasi tersebut menekankan kerja bersama sejak tahap awal penanganan hingga proses evakuasi berjalan tertib.

Dalam latihan itu, warga mempraktikkan cara mengevakuasi korban banjir, sementara petugas memperagakan penyelamatan korban yang tertimpa pohon tumbang. Skenario berlanjut ke pemindahan warga menuju tempat pengungsian, termasuk membawa hewan peliharaan, serta pemeriksaan kesehatan bagi korban setelah dievakuasi.

Baca Juga · Jateng Pantura
Massa Datangi Rumah Jokowi di Solo, Desak Gibran Mundur dari Kursi Wapres

Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, menyaksikan langsung jalannya simulasi tersebut. Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh unsur masyarakat. Menurut dia, latihan seperti ini diharapkan membuat warga semakin siap dan tidak panik ketika menghadapi bencana banjir.

Selain keterampilan evakuasi, peserta juga dilatih mengenali potensi bahaya di lingkungannya, memahami jalur evakuasi, dan mengikuti arahan petugas saat keadaan darurat. BPBD Kota Solo bersama seluruh unsur yang terlibat diharapkan terus memperkuat sinergi dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana, sehingga respons di lapangan dapat berlangsung cepat dan terkoordinasi.

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Dipastikan Tetap Digelar 31 Oktober
Baca Juga · Jateng Pantura
Konser Andrea Bocelli di Borobudur Dipastikan Tetap Digelar 31 Oktober

Simulasi ini digelar menjelang masa peralihan menuju musim hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim hujan 2026/2027 di Jawa Tengah secara umum terjadi pada November hingga Desember 2026, dengan puncaknya pada Januari hingga Februari 2027. Secara nasional, sebanyak 529 Zona Musim atau 61,08 persen wilayah Indonesia diprakirakan mengalami kemunduran awal musim hujan dibandingkan kondisi normal, antara lain karena El Nino dengan intensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole yang mengarah ke fase positif.

BMKG mengingatkan masyarakat tetap mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi pada masa peralihan musim, termasuk banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Pengenalan jalur evakuasi, koordinasi saat keadaan darurat, serta pemahaman mengenai langkah penyelamatan diharapkan dapat membantu mengurangi risiko dan dampak bencana bagi warga.

Baca Juga · Jateng Pantura
Kabur ke Hutan, Dua Terduga Pengedar Obat Keras Ditangkap di Purbalingga

Melalui latihan yang digelar sejak dini, warga di kawasan rawan banjir diharapkan semakin tangguh dan mampu merespons situasi darurat secara tepat. Semangat gotong royong dan koordinasi yang baik menjadi kunci untuk meminimalkan risiko, dengan keselamatan warga sebagai prioritas utama.

Informasi dalam artikel ini bersumber dari laporan Solopos/Espos.id dan Foto Espos.

Tags:
#solo#bpbd#simulasi banjir#musim hujan#bmkg#kesiapsiagaan
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…