Suarapantura.com - Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 yang mempertemukan 7.990 atlet dari 58 cabang olahraga telah berjalan selama sembilan hari. Dalam konferensi pers di kompleks Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis (29/10/2026) petang, Pengurus Besar (PB) Porprov memaparkan data penanganan kesehatan atlet selama ajang tersebut berlangsung.
Ketua Seksi Kesehatan PB Porprov Jateng 2026, Elhamangto Zuhdan, menyampaikan bahwa tim medis mencatat 157 kasus rawat jalan, 14 kasus observasi, dan 22 kasus yang dirujuk ke rumah sakit. Perawatan rawat jalan dan observasi dilakukan di pos kesehatan yang tersedia di arena pertandingan, sementara kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut dirujuk ke sejumlah rumah sakit.
Kasus rujukan tersebut memiliki penyebab yang beragam. Sebagian atlet mengalami patah tulang, sementara yang lain mengalami pendarahan pada hidung, badan, atau anggota tubuh lainnya, terutama dari cabang olahraga yang melibatkan kontak fisik. Ada pula kejadian yang tidak terduga di luar pertandingan, yakni seorang atlet catur yang mengalami luka robek di kepala setelah terjatuh saat beraktivitas di toilet. Insiden itu bukan disebabkan oleh pertandingan catur itu sendiri.
Di tengah catatan tersebut, Porprov Jateng 2026 juga diwarnai kabar duka karena dua atlet meninggal dunia. Atlet pertama adalah Syabilla Rizkia Putri Raharja, 22 tahun, dari cabang selam kontingen Jepara, yang meninggal saat mengikuti nomor open water finswimming 3.000 meter di kawasan Pantai Awann Costa, Semarang Barat, Minggu (25/10/2026). Atlet kedua adalah Ayudiah Rivana Tridiandinata, 19 tahun, atlet pencak silat kontingen Kota Semarang, yang meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit pada Rabu pagi, dua hari setelah mengalami cedera saat bertanding. Penyebab pasti meninggalnya Ayudiah masih memerlukan penelusuran lebih lanjut, dan ia dilaporkan mengalami patah tulang pada jari tengah tangan kiri saat bertanding di arena Universitas Muhammadiyah Semarang pada Senin (26/10/2026).
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah telah menggelar evaluasi menyeluruh atas penyelenggaraan Porprov. Sekretaris Umum KONI Jateng, Budi Santoso, menyampaikan bahwa evaluasi tersebut dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata, tim delegasi, serta ketua pengurus provinsi cabang olahraga. Hasil evaluasi akan menjadi bahan perbaikan standar operasional prosedur, terutama pada aspek keselamatan atlet, termasuk rencana penambahan ambulans serta dokter dan paramedis di lokasi pertandingan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, sebelumnya menekankan pentingnya memastikan keselamatan atlet benar-benar terjaga, termasuk memastikan atlet terdaftar dalam perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Sementara itu, Porprov Jateng 2026 tetap berjalan sesuai jadwal dan penutupannya dijadwalkan berlangsung pada Jumat (30/10/2026) malam di Kabupaten Kendal.
Sumber: Espos.id, MediaKompeten, dan LensaHukum.