Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

UGM dan Alumni Bangun 11 Sumur Bor untuk Petani Purworejo

M teguh•
Jateng Pantura

Foto: UGM

Suarapantura.com - Sebelas sumur bor di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, kini resmi dimanfaatkan masyarakat setelah diresmikan secara serentak di Desa Kertosono, Kecamatan Banyuurip, Senin (12/10/2026). Fasilitas tersebut dibangun untuk membantu warga memperoleh air bersih sekaligus menjaga kegiatan pertanian di tengah musim kemarau.

Program penyediaan air ini merupakan hasil kolaborasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Sekolah Pascasarjana dengan Muda Ganesha, perkumpulan alumni SMA Negeri 1 Purworejo. Penyediaan sumber air dirancang berdasarkan kajian potensi air tanah, sehingga titik pengeboran dipilih sesuai kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat.

Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, mengatakan ketersediaan air memegang peran penting bagi kehidupan sehari-hari warga sekaligus kegiatan ekonomi, termasuk pertanian. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun dimanfaatkan dengan baik dan dirawat bersama agar manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang.

"Ketersediaan air dari sumur bor ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung kegiatan pertanian dan penghidupan masyarakat," ujar Yuli Hastuti dalam kegiatan peresmian tersebut.

Verifikasi KDKMP Jateng Tembus 95 Persen, Pemprov Kejar Sisa Data dan Perkuat Pengelola
Baca Juga · Jateng Pantura
Verifikasi KDKMP Jateng Tembus 95 Persen, Pemprov Kejar Sisa Data dan Perkuat Pengelola

Program ini berawal dari penelitian potensi air tanah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bogowonto pada 2024. Tim peneliti mengkaji sejumlah lokasi untuk memetakan sumber air tanah, salah satunya di Desa Karangrejo, setelah kepala desa setempat menyampaikan kesulitan warga memperoleh air. Kajian tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan survei dan pembangunan sumur bor di sejumlah desa.

Ketua Program Studi Magister Ilmu Lingkungan UGM, Sudaryatno, menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor dilakukan secara bertahap sejak 2024. Pada 2024, program menghasilkan lima sumur bor di Desa Karangrejo, Kecamatan Loano. Pada 2025, enam sumur bor dibangun di sejumlah desa, meliputi Desa Girimulyo di Kecamatan Kemiri, Desa Mendiro di Kecamatan Ngombol, Desa Purwodadi di Kecamatan Purwodadi, dan Desa Krendetan di Kecamatan Bagelen. Kesebelas sumur bor itu kemudian diresmikan secara serentak pada 2026.

Sudaryatno menuturkan, penentuan titik pengeboran dilakukan melalui survei potensi air tanah untuk mengetahui lokasi yang berpeluang menghasilkan air serta kedalaman pengeboran yang sesuai. Di salah satu lokasi, sumur dengan kedalaman sekitar 62 meter menghasilkan debit air sekitar empat liter per detik. Pendekatan berbasis kajian tersebut diharapkan mengarahkan pembangunan ke wilayah yang benar-benar membutuhkan sumber air.

Solo Luncurkan Aplikasi Food Sharing, Pangan Layak Konsumsi Tak Lagi Terbuang
Baca Juga · Jateng Pantura
Solo Luncurkan Aplikasi Food Sharing, Pangan Layak Konsumsi Tak Lagi Terbuang

Manfaat program ini mulai dirasakan petani di sejumlah lokasi penerima. Petani yang sebelumnya kesulitan menjalani musim tanam ketiga (MT III) kini dapat kembali menanam, bahkan beberapa lokasi telah memasuki masa panen. Salah satu sumur yang dibangun disebut mampu mendukung pengairan lahan seluas sekitar 2,5 hektare.

Dekan Sekolah Pascasarjana UGM, Siti Malkhamah, menekankan pentingnya keberlanjutan program melalui sinergi berbagai pihak. Perguruan tinggi berkontribusi melalui keilmuan dan hasil penelitian, sementara pemerintah desa dan masyarakat berperan memastikan fasilitas sesuai kebutuhan serta terpelihara dengan baik. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk mengembangkan program serupa di wilayah lain yang membutuhkan.

Sementara itu, Sudaryatno berharap pengembangan sumur bor ke depan didukung pemetaan kebutuhan air yang lebih menyeluruh, sehingga wilayah prioritas, jumlah titik, dan tahapan pembangunan dapat ditentukan sesuai kondisi masing-masing daerah. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara UGM, pemerintah daerah, alumni, dan masyarakat untuk menjaga keberlanjutan program.

9 Hari Porprov Jateng 2026: 157 Atlet Jalani Rawat Jalan, 22 Dirujuk ke Rumah Sakit
Baca Juga · Jateng Pantura
9 Hari Porprov Jateng 2026: 157 Atlet Jalani Rawat Jalan, 22 Dirujuk ke Rumah Sakit

Selain pembangunan sarana, pemanfaatan dan pemeliharaan sumber air menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program. Masyarakat diharapkan menggunakan air secara bijaksana sesuai kebutuhan rumah tangga dan pertanian. Dengan perencanaan berdasarkan kajian ilmiah serta kolaborasi berbagai pihak, program penyediaan sumur bor diharapkan terus dikembangkan untuk membantu masyarakat menghadapi keterbatasan air.

Sumber: UGM, Joglo Jateng

Tags:
#purworejo#sumur bor#ugm#petani#jawa tengah#kemarau
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…