Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Tiga Pengukir Jepara Restorasi Ornamen Masjid Istiklal di Sarajevo

M teguh•
Jateng Pantura

Foto: SwaraKonsumenIndonesia

Suarapantura.com - Tiga pengukir asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, bertolak ke Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, untuk merestorasi ornamen kayu Masjid Istiklal. Ketiganya, yakni Sutrisno, Jawawi Firnandes, dan Widodo, berangkat pada Selasa (13/10/2026) bersama rombongan yang dipimpin Ikhwan Syaefulloh, Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.

Pekerjaan utama mereka adalah mengganti enam pilar berukir berbahan kayu jati yang sudah rusak parah. Menurut Sutrisno, pilar-pilar tersebut tidak lagi bisa diperbaiki dengan cara ditambal karena hasilnya akan mengubah karakter ukiran aslinya. Karena itu, pilar dibuat ulang secara menyeluruh agar bentuk dan karakternya tetap menyatu dengan ornamen yang telah ada.

Selain enam pilar, restorasi juga mencakup bagian tangga dan sejumlah hiasan dinding masjid. Satu hiasan dinding telah selesai dibuat di Jepara dan dikirim ke Sarajevo, sementara dua hiasan lainnya akan diperbaiki langsung di lokasi. Bahan pilar pengganti menggunakan kayu jati, dan tim turut membawa peralatan kerja dari Jepara.

Verifikasi KDKMP Jateng Tembus 95 Persen, Pemprov Kejar Sisa Data dan Perkuat Pengelola
Baca Juga · Jateng Pantura
Verifikasi KDKMP Jateng Tembus 95 Persen, Pemprov Kejar Sisa Data dan Perkuat Pengelola

Ornamen yang direstorasi memiliki nilai sejarah tersendiri. Ukiran tersebut merupakan karya pengukir Jepara dari puluhan tahun lalu dan menjadi bagian dari hadiah Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, untuk Bosnia dan Herzegovina. Hingga kini, identitas para pengukir asli karya tersebut belum berhasil ditelusuri. Masjid Istiklal sendiri menjadi salah satu simbol persahabatan Indonesia dan Bosnia.

Misi restorasi ini bermula dari kunjungan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, yang akrab disapa Rerie, ke Bosnia pada Februari 2026. Dalam rangkaian diplomasi budaya sekaligus upaya mendorong pengajuan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, ia menemukan sejumlah ornamen Masjid Istiklal mengalami kerusakan. Rerie kemudian menawarkan bantuan restorasi yang disambut baik pengelola masjid, dan delapan bulan kemudian komitmen itu diwujudkan dengan keberangkatan para pengukir Jepara.

Solo Luncurkan Aplikasi Food Sharing, Pangan Layak Konsumsi Tak Lagi Terbuang
Baca Juga · Jateng Pantura
Solo Luncurkan Aplikasi Food Sharing, Pangan Layak Konsumsi Tak Lagi Terbuang

Pekerjaan di Sarajevo ditargetkan rampung dalam lima hari, dengan waktu tambahan apabila pekerjaan belum selesai sesuai target. Tim menyatakan siap bekerja lembur agar seluruh bagian yang menjadi tanggung jawabnya dapat diselesaikan. Pemeriksaan barang bawaan di bandara menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, sehingga tim menyiapkan dokumen pendukung dan berharap proses administrasi melalui jalur diplomatik membantu kelancaran keberangkatan.

Bagi Jepara, misi ini menjadi bukti bahwa tradisi ukir bukan sekadar peninggalan budaya, melainkan keterampilan hidup yang terus diwariskan dan tetap dibutuhkan hingga ke luar negeri. Melalui kerja nyata para pengukir, diplomasi budaya terwujud bukan hanya lewat pertemuan antarpemerintah, tetapi juga lewat perawatan warisan bersama yang melintasi zaman dan batas negara.

9 Hari Porprov Jateng 2026: 157 Atlet Jalani Rawat Jalan, 22 Dirujuk ke Rumah Sakit
Baca Juga · Jateng Pantura
9 Hari Porprov Jateng 2026: 157 Atlet Jalani Rawat Jalan, 22 Dirujuk ke Rumah Sakit

Sumber: Harian Muria dan SwaraKonsumenIndonesia.

Tags:
#jepara#seni ukir#masjid istiklal#sarajevo#bosnia#diplomasi budaya
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…