Suarapantura.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) di Metro Park View Hotel, Jalan Pemuda, Kota Semarang, pada Sabtu hingga Minggu, 17–18 Oktober 2026. Forum ini menjadi Mukerda pertama bagi pengurus MUI Jateng masa khidmat 2026–2031 yang dikukuhkan pada 26 Agustus 2026.
Mukerda dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang diwakili Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah Johan Hadiyanto. Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus MUI Jateng, pengurus MUI kabupaten dan kota se-Jawa Tengah, serta unsur pemerintah dan mitra kelembagaan. Lebih dari 225 peserta dari berbagai wilayah di Jawa Tengah mengikuti forum tersebut.
Ketua Umum MUI Jateng periode 2026–2031 Prof Dr KH Noor Achmad MA mengatakan Mukerda menjadi momentum memperkuat koordinasi, menyatukan langkah, dan meningkatkan efektivitas gerakan organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota. Menurut dia, penguatan organisasi perlu diarahkan pada penyelarasan gerakan dan penyamaan visi antara MUI pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota agar program keumatan berjalan lebih terkoordinasi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Kiai Noor Achmad menegaskan MUI memikul dua peran sekaligus, yakni menjadi mitra pemerintah dan pelayan umat. Kemitraan dengan pemerintah diperlukan karena persoalan keagamaan dan kehidupan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari penyelenggaraan pemerintahan. Di sisi lain, MUI harus memastikan kepentingan umat terlindungi dan kerukunan tetap terjaga.
Sebagai pelayan umat, kata dia, MUI mempunyai tugas melindungi umat, mempersatukan umat, memperkuat umat, sekaligus melakukan perbaikan. Upaya itu dilakukan melalui dakwah, edukasi, dan penguatan peran kelembagaan MUI di seluruh daerah, termasuk peningkatan literasi keagamaan agar masyarakat memiliki pemahaman yang baik dan tidak mudah terpengaruh paham yang menyimpang.
Salah satu agenda utama Mukerda adalah sosialisasi kewajiban sertifikasi halal. Semula, kegiatan ini direncanakan mencakup peluncuran program yang berkaitan dengan Wajib Halal Oktober. Namun, dalam perkembangan terakhir, agenda peluncuran tersebut ditunda menjadi Oktober 2028. Meski demikian, MUI Jateng menegaskan komitmennya untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha mengenai pentingnya sertifikasi halal.
Kiai Noor Achmad mengatakan perubahan agenda itu tidak mengurangi substansi kegiatan, yakni memperluas pemahaman masyarakat mengenai produk halal dan kewajiban sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui sosialisasi tersebut, MUI Jateng berharap kesadaran masyarakat terhadap produk halal semakin meningkat. Pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah, juga diharapkan memperoleh pemahaman yang memadai mengenai proses dan pentingnya sertifikasi halal.
Dalam sambutannya, Kiai Noor Achmad turut menyoroti solidaritas terhadap Palestina. Ia menyatakan penolakan terhadap rencana konser penyanyi tenor asal Italia Andrea Bocelli di kawasan Borobudur pada awal November 2026 karena menilai pihak yang terkait dengan konsep pertunjukan tersebut memiliki kedekatan dengan Israel. Ia menyebut sikap itu merupakan bagian dari komitmen menjaga konsistensi dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina dan kepedulian terhadap penderitaan masyarakat Gaza.
Mukerda juga menjadi momentum penguatan kelembagaan melalui pengukuhan kepengurusan sejumlah lembaga di bawah MUI Jateng, yakni Ganas Annar, Muallaf Center, Lembaga Pengembangan Ekonomi Umat, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika, serta Badan Arbitrase Syariah Nasional. Pengukuhan tersebut diharapkan memperkuat pelaksanaan program MUI di berbagai bidang, mulai dari pemberantasan penyalahgunaan narkoba, pembinaan mualaf, pengembangan ekonomi umat, penjaminan produk halal, hingga penyelesaian sengketa.
Menutup sambutannya, Kiai Noor Achmad mengajak seluruh pengurus MUI di Jawa Tengah menjadikan Mukerda sebagai ruang menyelaraskan program dan memperkuat kerja bersama. Menurut dia, keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari terselenggaranya kegiatan, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan program yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Sumber: JatengDaily, MUI Jateng.