Suarapantura.com - Jawa Tengah akan menjadi tuan rumah Forum Investasi Jawa Tengah 2026 yang digelar pada 23 Oktober 2026 di Nusantara Ballroom, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang. Forum yang digagas detikJateng ini dirancang sebagai ruang diskusi untuk membedah potensi Jawa Tengah sebagai salah satu gerbang investasi Indonesia.
Tema yang diangkat dalam forum ini adalah Jawa Tengah Gerbang Investasi Indonesia: Sinergi Pemerintah, Investor, dan Kawasan Industri Menuju Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan. Tema tersebut menegaskan bahwa penguatan investasi tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan pengelola kawasan industri.
Latar penyelenggaraan forum ini tidak lepas dari capaian investasi Jawa Tengah sepanjang 2025. Realisasi investasi di provinsi ini tercatat mencapai Rp88,50 triliun, tumbuh 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menyerap sekitar 326 ribu tenaga kerja. Capaian itu menjadi modal bagi Jawa Tengah untuk menegaskan posisinya sebagai salah satu tujuan investasi di Indonesia.
Sejumlah tokoh nasional dan daerah dijadwalkan menjadi pembicara dalam forum tersebut. Mereka antara lain Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Kapolda Jawa Tengah Irjen Roy Hardi Siahaan juga dijadwalkan hadir sebagai narasumber tamu.
Melalui forum ini, para pemangku kepentingan diharapkan dapat membahas langkah memperkuat iklim investasi yang kompetitif, mempercepat masuknya investasi ke daerah, serta mengaitkan perkembangan investasi dengan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya saing industri. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong kebijakan yang memberi kepastian dan kemudahan bagi investor.
Selain diskusi investasi, rangkaian acara akan ditutup dengan detikJateng-Jogja Awards 2026. Penghargaan tersebut disiapkan sebagai ajang apresiasi bagi pimpinan daerah, tokoh, dan komunitas di Jawa Tengah serta Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk kolaborasi kepemimpinan daerah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Dalam kerangka tema tersebut, pemerintah berperan menyiapkan kebijakan dan kepastian berusaha, investor membawa modal serta jejaring usaha, sementara pengelola kawasan industri menyiapkan lahan, infrastruktur, dan layanan bagi pelaku usaha. Ketiga peran itu diharapkan saling melengkapi agar investasi yang masuk tidak hanya tercatat sebagai angka, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi daerah.
Sumber: Detikcom dan BSI News.