Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Karhutla Gunung Lawu dan Sumbing Meluas, Pemprov Jateng Maksimalkan Water Bombing

M teguh•
Jateng Pantura

Foto: HarianMuria

Suarapantura.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memaksimalkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar dan Gunung Sumbing di Kabupaten Wonosobo. Dua helikopter milik TNI diterjunkan untuk mendukung operasi pemadaman dari udara atau water bombing yang dijalankan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan penanganan kebakaran di Gunung Lawu ditingkatkan setelah Pemerintah Kabupaten Karanganyar menetapkan status tanggap darurat. Pernyataan itu disampaikannya usai meninjau operasional Koperasi Desa Merah Putih di Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (20/10/2026).

"Bupati sudah koordinasi dengan kita. Sudah ditingkatkan menjadi tanggap bencana. Juga ada dua helikopter dari TNI yang nanti dioperasionalkan oleh BNPB," kata Luthfi.

Luthfi menjelaskan operasi water bombing telah dilakukan sebanyak dua sorti penerbangan. Namun, upaya pemadaman dari udara tersebut menghadapi kendala angin kencang dan kondisi cuaca yang menyulitkan manuver helikopter di atas kawasan pegunungan.

22.592 Pelanggaran Terjaring dalam Empat Hari Operasi Patuh Candi 2026 di Jateng
Baca Juga · Jateng Pantura
22.592 Pelanggaran Terjaring dalam Empat Hari Operasi Patuh Candi 2026 di Jateng

Berdasarkan laporan penanganan, kebakaran di Gunung Lawu telah menghanguskan sekitar 230 hektare kawasan hutan di wilayah Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu. Kebakaran di lereng gunung tersebut sudah berlangsung sejak Kamis, 15 Oktober 2026, dan jalur pendakian untuk sementara ditutup selama proses pemadaman.

Selain melalui udara, tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, dan Basarnas terus berjibaku melakukan pemadaman manual serta pembuatan sekat bakar untuk mencegah api menjalar ke area lain.

Sementara itu, kebakaran di Gunung Sumbing terjadi di kawasan Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, sejak Senin (19/10/2026). Luas lahan yang terbakar masih dalam pendataan. Sebanyak 152 pendaki dilaporkan telah dievakuasi dari kawasan tersebut.

Data Center AI di Batang Disorot DPRD Jateng, Kekhawatiran Air Tanah Mengemuka
Baca Juga · Jateng Pantura
Data Center AI di Batang Disorot DPRD Jateng, Kekhawatiran Air Tanah Mengemuka

Untuk Gunung Sumbing, pemadaman untuk sementara dilakukan melalui jalur darat sambil menunggu dukungan pemadaman udara. Luthfi telah meminta BPBD Jateng menggeser operasi water bombing dari Gunung Lawu ke Gunung Sumbing agar pemadaman dari udara bisa dilakukan bersama-sama di kedua gunung tersebut.

Luthfi juga mengungkapkan upaya pemadaman didukung rencana pembuatan hujan buatan (cloud seeding) melalui koordinasi dengan BMKG dan BNPB.

Di sisi lain, Luthfi meminta aparat kepolisian menyelidiki penyebab kebakaran. Ia telah berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kesengajaan di balik karhutla di dua gunung tersebut.

Borobudur Kembali Buka Akses hingga Lantai Sembilan usai Pemugaran Mahastupa Rampung
Baca Juga · Jateng Pantura
Borobudur Kembali Buka Akses hingga Lantai Sembilan usai Pemugaran Mahastupa Rampung

"Kapolda juga saya koordinasikan dengan jajaran untuk melakukan penyelidikan. Jangan sampai ada unsur kesengajaan di sana," tegas Luthfi.

Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kawasan hutan dan pegunungan. Pembakaran terbuka maupun membuang puntung rokok sembarangan harus dihindari karena berpotensi memicu kebakaran di tengah cuaca panas dan kering.

Sumber: HarianMuria, idrtimes

Tags:
#karhutla#gunung lawu#gunung sumbing#jawa tengah#water bombing
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…