Suarapantura.com - Ribuan notaris dari seluruh Indonesia berkumpul di Kota Semarang, Jawa Tengah, untuk mengikuti Kongres Ikatan Notaris Indonesia (INI) yang digelar pada 21–23 Oktober 2026. Forum tertinggi organisasi profesi notaris ini dijadikan momentum untuk memperkuat sinergi dan konsolidasi internal.
Pengurus Pusat (PP) INI mengajak seluruh anggota dari berbagai wilayah untuk hadir dan berpartisipasi aktif. Kongres yang diikuti lebih dari 1.000 pengurus dan anggota tersebut dinilai menjadi ruang penting untuk menyampaikan aspirasi, menentukan arah organisasi ke depan, serta memperkokoh persatuan.
“Menjaga keutuhan organisasi merupakan tanggung jawab bersama seluruh anggota,” ujar Sekretaris Umum PP INI, seperti dikutip pemberitaan media nasional. Kongres diharapkan menjadi forum yang partisipatif sehingga aspirasi dari berbagai daerah dapat tersampaikan dan menjadi bahan penyusunan kebijakan organisasi.
Kegiatan di Semarang ini juga berlangsung di tengah dinamika internal INI. Sejumlah media memberitakan adanya perselisihan dua kubu kepengurusan yang saling mengklaim memiliki landasan hukum masing-masing, bahkan berujung pada sengketa yang telah diputus Mahkamah Agung dengan Putusan Nomor 1470 K/Pdt/2026. Pengurus Wilayah INI Jawa Tengah pada awal Oktober lalu menegaskan sikap menghormati putusan MA serta tegak lurus pada kepengurusan yang dianggap sah sesuai AD/ART organisasi.
Ketua Umum PP INI Irfan Ardiansyah sebelumnya menyatakan bahwa proses hukum yang masih berjalan tidak menghentikan kegiatan organisasi. Menurutnya, keberlanjutan agenda organisasi diperlukan agar kepentingan anggota tetap terlayani dan profesionalitas notaris serta kepercayaan masyarakat terhadap jabatan tersebut tetap terjaga.
Sebagai tuan rumah, Jawa Tengah mendapat apresiasi karena mampu menyelenggarakan perhelatan nasional. Para peserta diharapkan tidak hanya fokus pada agenda organisasi, tetapi juga dapat merasakan keramahan dan potensi daerah. Kongres ini sekaligus menjadi bukti bahwa Semarang terus dipercaya menjadi kota penyelenggaraan acara berskala nasional.
Notaris sebagai pejabat umum memegang peran strategis dalam kehidupan hukum masyarakat. Akta autentik yang dibuat notaris dapat menyangkut kepemilikan harta, hubungan hukum, keluarga, hingga kegiatan usaha. Karena itu, dinamika organisasi diharapkan tidak mengganggu pelaksanaan tugas para notaris di lapangan yang harus tetap dijalankan secara profesional, independen, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Para senior notaris pun berharap kongres kali ini melahirkan sosok pemimpin yang matang secara moral dan visi, sehingga mampu mengembalikan idealisme organisasi serta menyelesaikan polemik kelembagaan yang selama ini mengemuka.
Sumber: RRI.co.id, poskota.co, medianotaris.com