Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Satu Titik Api Tersisa di Lereng Gunung Lawu, Gubernur Jateng Minta Tim Terus Memantau

M teguh•
Jateng Pantura

Foto: Kompas.com

Suarapantura.com - Kebakaran hutan dan lahan di lereng Gunung Lawu, tepatnya di wilayah Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, kini menyisakan satu titik api. Perkembangan terbaru itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau posko bersama penanganan kebakaran di kawasan Sakura Hills, Tawangmangu, pada Senin (26/10/2026) siang.

Dalam kunjungan tersebut, Luthfi memimpin rapat koordinasi sekaligus evaluasi penanganan kebakaran setelah status tanggap darurat diberlakukan. Ia menyatakan kondisi di lapangan sudah jauh membaik dibandingkan hari-hari sebelumnya, namun satu titik api yang tersisa tetap harus menjadi perhatian.

"Hari ini alhamdulillah tinggal satu titik api," kata Luthfi. Ia menambahkan, pemerintah daerah telah dikoordinasikan untuk menangani titik tersebut dengan water bombing, sembari menyesuaikan dengan kondisi cuaca di lapangan.

Menurut Luthfi, pemantauan tidak boleh berhenti meski api hampir padam. Satu titik yang tersisa bisa memicu munculnya titik baru apabila tidak diawasi, terutama ketika angin dan kondisi kering masih berpotensi menyulut bara.

Dinsos Jateng Jemput Driver Ojol: Urus Adminduk Sekaligus Daftar Calon Penerima Bansos 2027
Baca Juga · Jateng Pantura
Dinsos Jateng Jemput Driver Ojol: Urus Adminduk Sekaligus Daftar Calon Penerima Bansos 2027

Kebakaran di lereng Lawu pertama kali diketahui pada Kamis (15/10/2026). Hingga Sabtu (24/10/2026), luas area yang terdampak tercatat kurang lebih 855 hektare. Status tanggap darurat kebakaran kemudian ditetapkan pada Sabtu (17/10/2026), sehingga Senin ini merupakan hari kesepuluh penanganan dalam status tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar Sugiharjo mengatakan titik api terakhir berada di Desa Gondosuli. Pada Senin pagi, titik api sempat muncul di wilayah itu, namun upaya water bombing terkendala kabut tebal yang menyelimuti lereng. Sejak status tanggap darurat ditetapkan, water bombing telah dilakukan 34 kali atau setara 68.000 liter air.

Penanganan kebakaran ini melibatkan unsur TNI-Polri, Basarnas, relawan, dan masyarakat yang bahu-membahu di lapangan. Luthfi menilai penanganan berjalan komprehensif, dan pemerintah provinsi akan memberikan dukungan sarana prasarana, seperti peralatan pemadaman, alat pelindung diri, serta drone di setiap posko pendakian.

Verifikasi KDKMP Jateng Tembus 95 Persen, Pemprov Kejar Sisa Data dan Perkuat Pengelola
Baca Juga · Jateng Pantura
Verifikasi KDKMP Jateng Tembus 95 Persen, Pemprov Kejar Sisa Data dan Perkuat Pengelola

Setelah api benar-benar padam, Luthfi meminta dilakukan penghijauan di lokasi yang terbakar. Ia juga meminta jajarannya memetakan seluruh lokasi terdampak agar menjadi basis data untuk langkah pencegahan ke depan.

"Kita lakukan evaluasi agar kebakaran tidak terulang kembali," ujarnya. Pencegahan yang dimaksud antara lain sosialisasi kepada masyarakat dan pemasangan papan peringatan agar tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Terkait penyebab kebakaran, Luthfi menegaskan hal itu masih dalam penyelidikan kepolisian. Ia menyebut kemungkinan yang masih didalami meliputi unsur kesengajaan, human error, maupun gesekan antardahan pohon yang kemudian terbakar. Apabila terbukti ada unsur kesengajaan, ia menyatakan pelaku perlu diproses hukum agar menimbulkan efek jera dan hutan tetap terjaga.

Solo Luncurkan Aplikasi Food Sharing, Pangan Layak Konsumsi Tak Lagi Terbuang
Baca Juga · Jateng Pantura
Solo Luncurkan Aplikasi Food Sharing, Pangan Layak Konsumsi Tak Lagi Terbuang

Dengan satu titik api yang tersisa, tim gabungan diminta tetap siaga di lapangan. Pemantauan berkelanjutan, pemadaman udara saat cuaca memungkinkan, dan kesiapan personel menjadi kunci agar kebakaran lereng Lawu benar-benar berakhir dan tidak kembali meluas.

Sumber: Kompas.com

Tags:
#jawa tengah#gunung lawu#karhutla#karanganyar#ahmad luthfi#water bombing
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…