Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Kendal Pimpin Investasi Jateng Rp13,61 Triliun hingga September 2026

M teguh•
Jateng Pantura

Foto: Joglo Jateng

Suarapantura.com - Kabupaten Kendal menempati posisi teratas dalam realisasi investasi di Jawa Tengah selama Januari hingga September 2026. Nilai investasinya mencapai Rp13,61 triliun, melampaui Kota Semarang dan Kabupaten Batang yang berada di peringkat berikutnya.

Data tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Johan Hadiyanto, di Semarang, Senin (26/10/2026). Ia menjelaskan, Kota Semarang menempati posisi kedua dengan investasi Rp9,08 triliun, disusul Kabupaten Batang sebesar Rp8,55 triliun.

Di bawah tiga daerah teratas, Kabupaten Temanggung membukukan investasi Rp5,05 triliun, sedangkan Kabupaten Demak sebesar Rp4,29 triliun. Susunan lima besar itu menggambarkan sebaran investasi yang masih kuat di kawasan utara Jawa Tengah, terutama di sekitar kawasan industri.

Dinsos Jateng Jemput Driver Ojol: Urus Adminduk Sekaligus Daftar Calon Penerima Bansos 2027
Baca Juga · Jateng Pantura
Dinsos Jateng Jemput Driver Ojol: Urus Adminduk Sekaligus Daftar Calon Penerima Bansos 2027

Secara keseluruhan, realisasi investasi Jawa Tengah hingga triwulan III 2026 mencapai Rp72,54 triliun. Angka itu naik 9,7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat Rp66,13 triliun, sehingga menunjukkan tren pertumbuhan yang positif bagi perekonomian daerah.

Pada triwulan III saja, realisasi investasi Jawa Tengah tercatat sekitar Rp24 triliun. Penanaman modal asing mendominasi dengan nilai Rp14,86 triliun, sementara penanaman modal dalam negeri sebesar Rp9,14 triliun. Pada periode tersebut, Kendal kembali memimpin dengan investasi sekitar Rp7 triliun, jauh di atas Kota Semarang yang sebesar Rp2,51 triliun, kemudian disusul Batang, Kudus, dan Jepara.

Verifikasi KDKMP Jateng Tembus 95 Persen, Pemprov Kejar Sisa Data dan Perkuat Pengelola
Baca Juga · Jateng Pantura
Verifikasi KDKMP Jateng Tembus 95 Persen, Pemprov Kejar Sisa Data dan Perkuat Pengelola

Johan menilai keberhasilan Kendal tidak terlepas dari keberadaan kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Di kawasan tersebut, lahan dan infrastruktur dasar seperti air serta listrik sudah tersedia, dan perizinan dinilai lebih mudah karena telah sesuai dengan tata ruang yang berlaku.

“Kalau investor masuk ke kawasan ekonomi khusus, perizinan dan lahan itu sudah tersedia dan sesuai tata ruang. Jadi, mereka tidak repot lagi mengurus izin,” ujar Johan.

Solo Luncurkan Aplikasi Food Sharing, Pangan Layak Konsumsi Tak Lagi Terbuang
Baca Juga · Jateng Pantura
Solo Luncurkan Aplikasi Food Sharing, Pangan Layak Konsumsi Tak Lagi Terbuang

Selain nilai investasi, capaian tersebut juga dikaitkan dengan penyerapan tenaga kerja. Hingga triwulan III 2026, investasi di Jawa Tengah tercatat berasal dari 82.420 proyek dan menyerap 340.334 tenaga kerja, dengan komposisi penanaman modal dalam negeri Rp31,77 triliun dan penanaman modal asing Rp40,77 triliun.

Ke depan, pemerintah provinsi menyatakan akan terus mendampingi calon investor, mulai dari tahap penjajakan hingga investasinya benar-benar terealisasi. Pendampingan itu dibarengi upaya menjaga kondusivitas wilayah, agar pelaku usaha merasa nyaman dan yakin untuk menanamkan modal di Jawa Tengah.

Dengan capaian Kendal sebagai daerah teratas, pemerintah daerah di sekitarnya diharapkan dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat daya saing, terutama melalui kesiapan lahan, tenaga kerja, dan pelayanan perizinan yang cepat.

Sumber: Joglo Jateng, RadarBangsa.

Tags:
#jawa tengah#investasi#kendal#semarang#batang#kawasan industri
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…