Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

BMKG Prediksi Pantura Jateng Baru Masuki Musim Hujan pada Awal Desember 2026

M teguh•
Jateng Pantura

Foto: Wallup

Suarapantura.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah pantai utara (Pantura) Jawa Tengah baru memasuki musim hujan pada awal hingga pertengahan Desember 2026. Prakiraan itu lebih lambat dibandingkan sebagian besar wilayah Jawa Tengah yang diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November 2026.

Analis Klimatologi BMKG Jawa Tengah, Zauyik Nana Ruslana, menjelaskan kawasan yang lebih dahulu memasuki musim hujan berada di sekitar Pegunungan Slamet dan Pegunungan Dieng. Wilayah tersebut mencakup bagian utara Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, hingga Wonosobo, dengan awal musim hujan paling awal pada minggu pertama November 2026.

Sebaliknya, sejumlah wilayah Pantura dan Jawa Tengah bagian timur diprediksi menunggu lebih lama. Sekitar enam persen wilayah Jawa Tengah diperkirakan baru memasuki musim hujan pada dasarian kedua Desember 2026 atau sekitar pertengahan bulan, antara lain sebagian besar Kabupaten Jepara, sebagian Kabupaten Rembang, serta sebagian kecil Demak, Pati, dan Wonogiri. Sementara itu, seluruh jalur Pantura dari barat hingga timur, ditambah Purworejo, juga masuk dalam kelompok awal hingga pertengahan Desember.

Solo Luncurkan Aplikasi Food Sharing, Pangan Layak Konsumsi Tak Lagi Terbuang
Baca Juga · Jateng Pantura
Solo Luncurkan Aplikasi Food Sharing, Pangan Layak Konsumsi Tak Lagi Terbuang

Meski musim hujan belum resmi dimulai di Pantura, hujan sebenarnya sudah mulai kerap turun di Jawa Tengah sejak akhir Oktober 2026. Zauyik menyebut kondisi tersebut merupakan masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan, sehingga curah hujan akan meningkat secara bertahap hingga mendekati awal musim hujan.

Berdasarkan analisis curah hujan harian yang diperbarui BMKG, hampir seluruh wilayah Jawa Tengah sudah merasakan hujan. Namun, wilayah tengah tercatat paling sering diguyur hujan, sedangkan Pantura dan pantai selatan masih belum sesering wilayah tengah.

9 Hari Porprov Jateng 2026: 157 Atlet Jalani Rawat Jalan, 22 Dirujuk ke Rumah Sakit
Baca Juga · Jateng Pantura
9 Hari Porprov Jateng 2026: 157 Atlet Jalani Rawat Jalan, 22 Dirujuk ke Rumah Sakit

Dinamika atmosfer turut memengaruhi peningkatan potensi hujan di Jawa Tengah, terutama fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby. Kedua fenomena tersebut berkontribusi menambah curah hujan di sejumlah wilayah. Di sisi lain, pengaruh El Nino yang masih kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) yang mengarah positif menjadi faktor yang membuat awal musim hujan 2026/2027 datang lebih lambat dibandingkan kondisi normal.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada selama masa pancaroba. Hujan yang turun sesekali selama masa peralihan belum tentu menandakan musim hujan telah dimulai, tetapi potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam waktu singkat, angin kencang, dan petir tetap perlu diantisipasi, termasuk risiko banjir bandang, longsor, dan puting beliung.

BML Vol. 3 Diluncurkan di Lokananta Solo, Pendaftaran Musisi Dibuka hingga 31 Desember
Baca Juga · Jateng Pantura
BML Vol. 3 Diluncurkan di Lokananta Solo, Pendaftaran Musisi Dibuka hingga 31 Desember

Untuk wilayah Pantura, warga diminta melakukan mitigasi sederhana, seperti memangkas ranting pohon tua yang lapuk, membersihkan saluran irigasi dan selokan di lingkungan permukiman, serta memantau pembaruan cuaca resmi melalui aplikasi Info BMKG. Puncak musim hujan di Jawa Tengah sendiri diperkirakan berlangsung pada Januari hingga Maret 2027.

Sumber: Harian Muria, Pantura.id, GoNews.

Tags:
#jawa tengah#bmkg#musim hujan#pantura#cuaca
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…