Suarapantura.com - Empat jalur pendakian Gunung Andong di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ditutup sementara mulai Kamis, 29 Oktober 2026. Penutupan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di kawasan gunung tersebut.
Jalur yang ditutup meliputi Sawit, Pendem, Gogik, dan Temu Kidul. Selama masa penutupan, pendaki tidak dapat menggunakan keempat jalur itu untuk naik ke puncak Gunung Andong. Penghentian aktivitas pendakian mulai berlaku pada pukul 00.00 WIB dan berlangsung hingga ada pengumuman lebih lanjut dari pengelola.
Kebijakan tersebut mengikuti arahan Gubernur Jawa Tengah terkait antisipasi karhutla. Pengelola sejumlah basecamp membenarkan penutupan itu dan menyebut pengumuman sudah disebarkan melalui media sosial serta selebaran digital agar calon pendaki mengetahuinya sebelum berangkat.
Ketua Basecamp Taruna Jayagiri pendakian Gunung Andong via Sawit, Maisaro, menjelaskan penutupan dilakukan sebagai langkah pencegahan bencana dan perlindungan lingkungan sekitar. Ia menyatakan pemberitahuan penutupan sudah dipublikasikan dan masa penutupan berlaku sampai diumumkan kembali oleh pengelola.
Pengelola Basecamp Gunung Andong via Pendem, Khoirul, juga membenarkan penghentian sementara kegiatan pendakian. Ia menyebut pengurangan risiko karhutla sebagai alasan utama kebijakan tersebut, dan menegaskan belum ada jadwal pembukaan kembali.
Hal senada disampaikan pengelola Basecamp Gunung Andong via Temu Kidul, Sururi. Ia mengonfirmasi seluruh jalur pendakian ditutup mulai Kamis, sehingga pendaki tidak dapat menggunakan jalur Sawit, Pendem, Gogik, maupun Temu Kidul selama masa penutupan berlangsung.
Gunung Andong dikenal sebagai salah satu tujuan pendakian favorit di Magelang karena jalurnya relatif ramah bagi pendaki pemula dan menyuguhkan pemandangan alam. Karena itu, calon pendaki diimbau menunda rencana pendakian dan memantau pengumuman resmi dari pengelola basecamp sebelum memutuskan berangkat.
Penutupan sementara ini juga menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan di musim rawan kebakaran. Pengelola berharap langkah pencegahan ini dapat menekan risiko karhutla di kawasan Gunung Andong hingga kondisi dinyatakan aman untuk pendakian kembali.
Masyarakat dan calon pendaki juga diimbau tidak memaksakan diri mendaki lewat jalur lain yang tidak resmi selama penutupan berlangsung, serta ikut menjaga kawasan dengan tidak meninggalkan api atau puntung rokok yang dapat memicu kebakaran. Informasi terbaru mengenai pembukaan kembali jalur akan disampaikan pengelola setelah ada keputusan resmi.
Sumber: Cirebon Times, Detik Travel.