Suarapantura.com - Angin kencang disertai petir menerjang sejumlah wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Jumat (30/10/2026) sore. Peristiwa cuaca ekstrem itu merusak sekira seratus rumah warga, merobohkan sebuah menara telekomunikasi, dan menumbangkan sejumlah pohon besar hingga menutup akses jalan.
Titik kerusakan paling parah berada di Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung. Di desa tersebut, embusan angin yang sangat kuat membuat sebuah tower setinggi 60 meter ambruk dan menimpa empat rumah warga di sekitarnya. Pada Sabtu (31/10/2026), warga terlihat bahu-membahu memperbaiki atap rumah yang rusak, sementara pihak pengelola tower telah tiba di lokasi untuk mengevakuasi material menara yang roboh.
Salah satu pemilik rumah yang tertimpa tower, Abdul Ghofur, menceritakan detik-detik mencekam saat kejadian sekitar pukul 16.00 WIB. Ketika itu, istri dan anaknya berada di dalam rumah untuk membersihkan kamar dan menampung air hujan karena atap yang bocor. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang sangat keras, disusul hantaman berat saat tower menimpa bagian belakang rumah mereka.
Bagian belakang rumah Ghofur mengalami kerusakan parah hingga mencapai 70 persen, dengan dapur dan ruang belakang rusak total. Ia bersyukur istri dan anaknya berhasil selamat dari musibah tersebut, meski sempat mengalami syok dan trauma mendalam. "Alhamdulillah semua selamat, cuma trauma," ujarnya.
Kepala Desa Kebonagung, Turyadi, mengatakan bencana angin puting beliung itu merusak sekira seratus rumah warga dengan tingkat kerusakan bervariasi, dari ringan hingga berat. Bahkan, dua unit rumah warga dilaporkan ambruk rata dengan tanah akibat terjangan angin. Pemerintah desa saat ini masih terus mendata dan melakukan asesmen menyeluruh terkait dampak kerusakan.
Dampak cuaca ekstrem tersebut juga dirasakan pada fasilitas umum. Pasar Desa Kebonagung tampak porak-poranda disapu angin, sedangkan sejumlah pohon besar tumbang hingga menutup akses jalan raya. Sebuah warung makan dan dua pengendara motor yang tengah berteduh dilaporkan tertimpa pohon tumbang, sehingga kedua korban mengalami luka-luka dan harus segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, terjangan angin kencang itu berdampak di sejumlah desa yang tersebar di dua kecamatan. Hingga kini, tim petugas BPBD masih siaga di lapangan untuk melanjutkan proses asesmen data korban dan kerusakan lebih lanjut.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada musim hujan ini, terutama hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Warga diminta tidak berteduh di dekat pohon besar maupun objek yang berisiko roboh saat angin kencang terjadi, serta segera melapor kepada petugas apabila menemukan kondisi lingkungan yang membahayakan.
Sumber: LiniKata.