Suarapantura.com - Pemilihan Petinggi (Pilpet) Desa Jlegong, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, pada Selasa (3/11/2026), sempat diwarnai kericuhan setelah hasil penghitungan suara sementara menunjukkan selisih tipis antara dua calon. Ketidakpuasan atas hasil tersebut memicu protes di lokasi pemungutan suara, hingga sejumlah kursi milik panitia dilaporkan rusak.
Berdasarkan rekapitulasi sementara yang beredar, calon nomor urut 2, Sukadi, memperoleh 1.085 suara, unggul 85 suara atas calon nomor urut 1, Suntono, yang memperoleh 1.000 suara. Tingkat kehadiran pemilih di Desa Jlegong dalam rekapitulasi itu tercatat 80 persen. Hasil tersebut masih bersifat sementara, sehingga penetapan resmi tetap menunggu tahapan berikutnya.
Kapolsek Keling, IPTU Achmadi, membenarkan insiden tersebut saat dikonfirmasi pada Selasa (3/11/2026). Ia menjelaskan, kericuhan bermula setelah calon petahana mengetahui hasil penghitungan suara yang menunjukkan dirinya kalah. "Setelah calon incumbent mengetahui hasil suara pemilihan kalah, sehingga timsesnya tidak menerima yang akhirnya melakukan protes dan merusak kursi panitia," ujar Achmadi melalui pesan singkat, seperti dikutip Metro8 News.
Menurut Achmadi, aksi protes itu berasal dari tim sukses calon nomor urut 1. Situasi di sekitar lokasi pemilihan sempat memanas, namun aparat keamanan kemudian melakukan penertiban hingga keadaan kembali terkendali. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai keberatan resmi dari pihak calon nomor urut 1 maupun tindak lanjut atas kerusakan kursi panitia tersebut.
Insiden di Jlegong menjadi catatan dalam pelaksanaan Pilpet Serentak Kabupaten Jepara 2026, yang digelar di 24 desa. Perbedaan pilihan dalam sebuah pemilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun perselisihan hasil semestinya diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku, bukan dengan tindakan yang merusak fasilitas atau mengganggu ketertiban.
Kekalahan tipis dengan selisih 85 suara diduga menjadi pemicu kekecewaan pendukung calon petahana. Namun, dugaan tersebut tidak mengubah fakta bahwa hasil penghitungan sementara menempatkan Sukadi di depan. Masyarakat diimbau tetap menjaga kerukunan dan menunggu proses resmi, agar tahapan Pilpet di Desa Jlegong dapat berjalan tertib hingga selesai.
Sumber: Metro8 News dan Queensha.id.