Suarapantura.com - Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) resmi menggelar serah terima jabatan (sertijab) Kapolres Sukoharjo dan Kapolres Boyolali di Semarang pada Rabu (4/11/2026). Pergantian pucuk pimpinan di dua kesatuan wilayah itu menjadi penanda dimulainya tugas pejabat baru di masing-masing daerah.
Upacara sertijab berlangsung di Aula Lantai 2 Mapolda Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, mulai pukul 10.00 WIB. Prosesi tersebut dipimpin Wakapolda Jateng Brigjen Pol Andi Herindra Rahmawan dan dihadiri para pejabat utama Polda Jateng. Suasana kegiatan berjalan sederhana dan khidmat.
Dalam sertijab itu, AKBP Indra Maulana Saputra resmi mengemban jabatan Kapolres Sukoharjo. Sebelumnya, ia memimpin Polres Boyolali. Sementara itu, jabatan Kapolres Boyolali kini dipercayakan kepada AKBP Christopher Adhikara Lebang, yang sebelumnya menjabat Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jateng.
Rotasi tersebut mengacu pada Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2463/XI/KEP./2026 yang diterbitkan pada 2 November 2026. Surat itu menjadi dasar pergantian sejumlah perwira menengah di lingkungan Polri, termasuk dua jabatan kapolres di Jawa Tengah tersebut.
Pergantian di Sukoharjo berlangsung setelah Kapolres sebelumnya, AKBP Andika Dharma Sena, dicopot dari jabatannya. Pencopotan itu berkaitan dengan polemik penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Quran di Sukoharjo pada Selasa (27/10/2026), yang menuai kritik karena diduga disertai intimidasi terhadap santriwati dan ustazah saat penggeledahan berlangsung.
Sebelumnya, Mabes Polri menyampaikan bahwa Propam Mabes Polri telah memeriksa dan menonaktifkan empat personel Polres Sukoharjo yang berkaitan dengan polemik tersebut. Pemeriksaan itu masih berjalan untuk mendalami aspek pelaksanaan tugas dan prosedur di lapangan, sehingga pergantian jabatan tidak serta-merta menjadi kesimpulan atas hasil pemeriksaan.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto menjelaskan bahwa sertijab merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka pembinaan karier, penyegaran kepemimpinan, dan peningkatan kinerja. Ia berharap pejabat baru segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugasnya.
"Kami berharap pejabat yang baru dapat segera beradaptasi dengan lingkungan tugasnya, melanjutkan berbagai program positif yang telah berjalan, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujar Yuliyanto.
Menurut Yuliyanto, kehadiran Polri di tengah masyarakat harus senantiasa memberikan rasa aman, perlindungan, dan manfaat. Karena itu, setiap pejabat di kewilayahan diharapkan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat serta mengoptimalkan peran seluruh personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Melalui pergantian kepemimpinan ini, Polda Jateng berharap pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Sukoharjo dan Boyolali dapat terus berjalan optimal. Penekanan diberikan pada pelayanan yang profesional, responsif, dan humanis, serta pada terjaganya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif.
Sumber: Media Kompeten, Headlinnews (keduanya mengutip Detikcom).