Suarapantura.com - Hujan dengan intensitas tinggi memicu puluhan titik tanah longsor di Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Tercatat 28 titik longsor tersebar di empat desa, dan penanganannya masih berlangsung hingga Selasa, 3 November 2026.
Desa Pungkamal menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 23 titik. Camat Lumbir, Mikesti, menjelaskan bahwa dampak di setiap lokasi beragam, mulai dari material tanah yang menimpa rumah warga hingga kerusakan tembok penahan tanah di sekitar jalan dan permukiman.
Karena banyaknya titik kejadian, penanganan dilakukan secara bertahap. Petugas dan warga tidak hanya membersihkan material tanah yang menutup area terdampak, tetapi juga harus memperhatikan kondisi lereng yang berpotensi kembali bergerak.
Sejumlah unsur pemerintah daerah telah meninjau langsung lokasi terdampak. Rombongan tersebut antara lain terdiri dari anggota DPRD Kabupaten Banyumas, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Pelaksana BPBD, Dinas Sosial, serta pihak terkait lainnya.
Dalam kunjungan itu, rombongan menyerahkan bantuan susulan berupa karung untuk mendukung penanganan darurat di sejumlah titik. Sebelumnya, penanganan pascabencana sudah berjalan melalui kerja sama warga, relawan, dan unsur terkait yang bergotong royong membersihkan material longsor.
BPBD turut memberikan dukungan berupa tenaga, karung, dan terpal, sementara Pemerintah Kecamatan Lumbir menyalurkan karung untuk membantu penanganan darurat di lokasi longsor.
Meski demikian, proses penanganan menghadapi kendala medan. Sebagian besar lokasi longsor berada di kawasan lereng dengan kemiringan ekstrem sehingga sulit dijangkau, bahkan ada akses yang tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Akibatnya, pengangkutan bantuan dan peralatan harus menyesuaikan kondisi lapangan dan membutuhkan tenaga tambahan.
Mikesti menyebut kebutuhan anggaran penanganan juga akan dibahas di DPRD untuk dialokasikan pada 2027. Pembahasan itu dinilai penting karena penanganan bencana tidak hanya soal pembersihan material, tetapi juga penanganan lanjutan di lokasi terdampak.
Rangkaian hujan lebat pada akhir Oktober lalu juga memicu bencana di sejumlah wilayah Banyumas. BPBD Kabupaten Banyumas mencatat 21 kejadian bencana hingga Sabtu, 31 Oktober 2026, yang tersebar di delapan kecamatan, termasuk Lumbir. Warga di kawasan lereng diimbau tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan selama curah hujan masih tinggi.
Sumber: Banyumas Ekspres, ANTARA.