Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

BPBD Jateng Ingatkan Waspada Longsor dan Angin Kencang Jelang Puncak Musim Hujan

M teguh•
Jateng Pantura

Foto: BeritaJateng.tv

Suarapantura.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap tanah longsor dan angin kencang seiring datangnya musim hujan. Peringatan ini disampaikan menjelang puncak musim hujan, ketika curah hujan tinggi berpotensi memicu bencana di sejumlah wilayah rawan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan kawasan pegunungan dan tebing perlu mendapat perhatian khusus. Menurut dia, tanah yang mengering selama periode El Nino dapat mengalami retakan, dan retakan itu berisiko dimasuki air saat hujan mulai turun sehingga struktur tanah menjadi lebih mudah bergerak.

Bergas juga mengingatkan warga yang tinggal di sekitar lereng agar peka terhadap perubahan lingkungan. Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah munculnya mata air baru yang sebelumnya tidak pernah ada. "Kalau muncul mata air baru yang tidak biasa, itu juga harus diantisipasi dengan segera bergeser sementara ke tempat yang aman," ujarnya.

UPGRIS Bidik 4.000 Mahasiswa Baru, Siapkan Fakultas Kedokteran
Baca Juga · Jateng Pantura
UPGRIS Bidik 4.000 Mahasiswa Baru, Siapkan Fakultas Kedokteran

Selain longsor, angin kencang juga menjadi ancaman selama masa peralihan menuju puncak musim hujan. Bergas menyebut kejadian angin kencang sebelumnya sempat terjadi di Kabupaten Sragen dan Blora, sehingga warga di daerah rawan diminta tetap siaga.

Kewaspadaan tersebut sejalan dengan imbauan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang meminta mitigasi bencana diperkuat sejak dini. Luthfi menyampaikan hal itu seusai menghadiri Parade Alat dan Mesin Pertanian di Lapangan Tarubudoyo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (3/11/2026). Menurut dia, penguatan infrastruktur dan koordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk untuk penanganan sumber daya air, penting agar dampak cuaca ekstrem dapat ditekan.

Kemenag Kota Semarang Percepat 71 Layanan Lewat Digitalisasi dan Slogan SUMEH
Baca Juga · Jateng Pantura
Kemenag Kota Semarang Percepat 71 Layanan Lewat Digitalisasi dan Slogan SUMEH

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim hujan di Jawa Tengah dimulai pada pekan pertama November 2026. Hujan tidak datang serentak di seluruh wilayah: kawasan sekitar Pegunungan Slamet dan Pegunungan Dieng memasuki musim hujan lebih awal, sementara sejumlah wilayah pantura dan Jawa Tengah bagian timur diperkirakan baru memasuki musim hujan sekitar awal Desember.

Pentingnya kesiapsiagaan itu terlihat dari rangkaian kejadian pada akhir Oktober lalu. Di Kabupaten Banyumas, BPBD setempat mencatat 21 kejadian pada Sabtu (31/10/2026), terdiri atas 14 tanah longsor, lima banjir, dan dua kejadian cuaca ekstrem. Hujan pada periode yang sama juga memicu banjir dan longsor di Kabupaten Cilacap.

Taj Yasin Siapkan Rorak untuk Pulihkan Ekologi Gunung Muria, Selamatkan Mata Air
Baca Juga · Jateng Pantura
Taj Yasin Siapkan Rorak untuk Pulihkan Ekologi Gunung Muria, Selamatkan Mata Air

Masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan, diimbau memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD serta meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. Warga juga diminta menjaga lingkungan dan memperkuat kesiapsiagaan guna mengurangi risiko dampak bencana.

Sumber: BeritaJateng.tv dan MercuSwaraNews.

Tags:
#jawa tengah#bpbd#musim hujan#tanah longsor#angin kencang#bmkg
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…