Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Gubernur Jateng Resmikan Elektrifikasi Penggilingan Padi di Magelang, Hemat Biaya hingga Rp600 Ribu per Hari

M teguh•
Jateng Pantura

Foto: Metro Pekalongan

Suarapantura.com - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan elektrifikasi penggilingan padi skala kecil di Desa Ngadirojo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Kamis (5/11/2026). Pada kesempatan yang sama, ia juga meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemprov Jateng bersama Pemkab Magelang dan Bulog.

Program elektrifikasi ini mengubah sumber energi mesin penggilingan dari bahan bakar solar menjadi listrik PLN. Menurut Luthfi, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi penggilingan padi sekaligus memperkuat swasembada pangan di Jawa Tengah.

Data Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah mencatat total penggilingan padi di provinsi ini mencapai 12.400 unit. Sebanyak 7.400 unit di antaranya sudah teraliri listrik, sedangkan 5.000 unit lainnya masih mengandalkan bahan bakar minyak.

Gempa Magnitudo 2,1 Terjadi di Kabupaten Semarang Minggu Malam
Baca Juga · Jateng Pantura
Gempa Magnitudo 2,1 Terjadi di Kabupaten Semarang Minggu Malam

Peralihan ke listrik dinilai mampu memangkas biaya operasional secara signifikan. Luthfi mencontohkan penggilingan berkapasitas 2 ton per hari yang membutuhkan biaya sekitar Rp1.080.000 per hari bila memakai solar, sementara dengan listrik biayanya turun menjadi sekitar Rp480.000 per hari.

"Ada efisiensi sekitar Rp600.000 per hari. Ini kan bisa untuk mensejahterakan petani," ujar Luthfi.

Progres Bendungan Jragung di Jateng Hampir 99 Persen, Siap Aliri 4.528 Hektare Sawah
Baca Juga · Jateng Pantura
Progres Bendungan Jragung di Jateng Hampir 99 Persen, Siap Aliri 4.528 Hektare Sawah

Ia menyatakan akan mendorong PLN mempercepat elektrifikasi bagi 5.000 unit penggilingan yang belum teraliri listrik. Ke depan, penggilingan yang sudah berlistrik diharapkan semakin modern dengan mesin yang lebih canggih dan efisien, termasuk mesin dari Kementerian Pertanian.

Manfaat elektrifikasi juga dirasakan di daerah lain. Di Purbalingga, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ngudirahayu di Desa Jatisaba mengikuti peluncuran program ini secara daring. Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Purbalingga menilai elektrifikasi mampu menekan biaya operasional hingga hampir 50 persen dan meningkatkan kapasitas produksi dari 3 ton menjadi 6 ton gabah per hari.

Polisi Gerebek Solar Subsidi Ilegal di Kudus, 8 Orang Diamankan dan 4.000 Liter Disita
Baca Juga · Jateng Pantura
Polisi Gerebek Solar Subsidi Ilegal di Kudus, 8 Orang Diamankan dan 4.000 Liter Disita

Selain peresmian elektrifikasi, Luthfi meninjau GPM yang bertujuan menstabilkan harga kebutuhan pokok agar masyarakat memperoleh bahan pokok, terutama beras, dengan harga terjangkau. Ia berharap GPM dapat menjangkau lebih banyak warga dan berjalan berkelanjutan.

Kepala Desa Ngadirojo, Sukamto, menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan PLN atas bantuan elektrifikasi tersebut. Menurutnya, penggilingan padi di desanya kini lebih hemat biaya dan menghasilkan gilingan yang lebih baik, sekaligus lebih ramah lingkungan.

Program elektrifikasi penggilingan padi menjadi bagian dari upaya Pemprov Jateng menjaga posisi Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Sepanjang 2025, produksi gabah di provinsi ini mencapai 11,5 juta ton atau sekitar 16,5 persen dari total produksi nasional, sementara produksi sepanjang 2026 hingga awal November telah mencapai sekitar 8,5 juta ton.

Sumber: Metro Pekalongan, NewsHive/ANTARA

Tags:
#jawa tengah#penggilingan padi#ahmad luthfi#magelang#swasembada pangan#pln
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…