Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Progres Bendungan Jragung di Jateng Hampir 99 Persen, Siap Aliri 4.528 Hektare Sawah

M teguh•
Jateng Pantura

Foto: Waskita Karya

Suarapantura.com - Proyek Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, memasuki tahap akhir penyelesaian. Progres konstruksi bendungan tersebut kini hampir menyentuh angka 99 persen, dan pengisian awal waduk atau impounding telah dilaksanakan pada awal September 2026 lalu, disaksikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum.

Tim di lapangan saat ini tengah menyelesaikan sejumlah pekerjaan akhir, antara lain pemasangan riprap dan penanaman rumput pada tubuh bendungan, serta pembangunan fasilitas pendukung. Di sekitar bendungan juga disiapkan ruang publik hijau yang ditanami berbagai tanaman, sehingga masyarakat dapat menikmati manfaat bendungan secara langsung sekaligus menjadi destinasi agrowisata.

Dengan kapasitas tampung mencapai 90 juta meter kubik dan luas genangan sekitar 451 hektare, Bendungan Jragung akan mengairi 4.528 hektare sawah di Kabupaten Demak dan Grobogan. Indeks pertanaman (IP) di kawasan itu ditargetkan mencapai 275 persen, dan bendungan ini diharapkan mampu meningkatkan produksi padi hingga 90 ribu ton per tahun.

Polisi Gerebek Solar Subsidi Ilegal di Kudus, 8 Orang Diamankan dan 4.000 Liter Disita
Baca Juga · Jateng Pantura
Polisi Gerebek Solar Subsidi Ilegal di Kudus, 8 Orang Diamankan dan 4.000 Liter Disita

Selain irigasi, bendungan multifungsi ini juga dirancang untuk memperkuat ketahanan energi dan air. Bendungan Jragung dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 1,4 megawatt (MW) serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung berkapasitas 90,2 MW. Bendungan ini juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi 720 ribu jiwa pada 2040 mendatang.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan bendungan rampung pada Desember 2026 dan mulai beroperasi pada awal 2027. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Sudarto, mengatakan percepatan penyelesaian bendungan penting untuk mendukung pengairan lahan pertanian di kawasan Pantura, yang sempat menghadapi kekeringan dan banjir rob.

Polda Jateng: Benda Logam di Tubuh Bocah Kendal Bukan Peluru Senjata Api
Baca Juga · Jateng Pantura
Polda Jateng: Benda Logam di Tubuh Bocah Kendal Bukan Peluru Senjata Api

Direktur Operasi I PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ari Asmoko, mengatakan perseroan berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang mendukung program Asta Cita Kemandirian Bangsa melalui swasembada pangan. Waskita Karya dipercaya mengerjakan Paket 1 dan 4 Bendungan Jragung, dan telah membangun 29 bendungan dalam satu dekade terakhir.

Pembangunan Bendungan Jragung dimulai sejak Oktober 2020 oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, dengan nilai anggaran Rp3,09 triliun. Selain irigasi dan penyediaan air baku, bendungan ini juga berfungsi mereduksi banjir hingga 40 persen di wilayah hilir, seperti Kabupaten Demak, serta menyediakan air baku sebesar 1.000 liter per detik bagi Kabupaten Semarang, Demak, dan Grobogan.

Pria Banyumanik Tewas Tenggelam di Sungai Gunungpati Semarang
Baca Juga · Jateng Pantura
Pria Banyumanik Tewas Tenggelam di Sungai Gunungpati Semarang

Sumber: CNBC Indonesia, Espos.id

Tags:
#bendungan jragung#jawa tengah#demak#grobogan#irigasi#swasembada pangan
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…