Suarapantura.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan penambahan 1.000 desa wisata baru untuk memperkuat perekonomian desa dan menjadikan pariwisata sebagai penggerak kesejahteraan masyarakat.
Rencana tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam sarasehan di Desa Wisata Candirejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Rabu (4/11/2026). Menurut Luthfi, desa memiliki kekuatan besar sebagai daya tarik wisata karena menawarkan keindahan alam, kekayaan budaya, serta kehidupan masyarakat yang masih autentik.
Ia menilai desa wisata mampu menarik wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara, yang ingin menikmati keindahan alam, budaya, dan suasana kehidupan desa yang masih asli.
Target 1.000 desa wisata baru itu sejalan dengan arah pembangunan Jawa Tengah pada 2027 yang menempatkan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi. Dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, Pemprov Jateng menargetkan pengembangan 1.000 desa wisata yang didukung pemberdayaan 1.000 konten kreator lokal untuk memperkuat promosi destinasi.
Target tersebut sebelumnya disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jateng di Semarang, Selasa (28/4/2026).
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Jawa Tengah Hanung Triyono menegaskan desa wisata harus naik kelas dan masuk ke dalam rantai industri pariwisata. Hal itu disampaikan saat pembukaan Borobudur and Beyond Tourism Expo (BBTE) 2026 di Magelang, Senin (26/10/2026).
Menurut Hanung, desa wisata selama ini kerap hanya menjadi pelengkap perjalanan wisata. Padahal, desa wisata memiliki daya tarik autentik berupa alam, budaya, kuliner, hingga keramahan warga. Karena itu, desa wisata perlu terhubung dengan pasar, pembeli, dan operator tur agar kunjungan wisatawan benar-benar berdampak pada ekonomi warga desa.
Sejumlah desa wisata telah menjadi contoh pengembangan tersebut, antara lain Desa Wisata Rahayu di Kabupaten Kebumen, Desa Wisata Serang di Kabupaten Purbalingga, Desa Wisata Sendangsari di Kabupaten Wonosobo, serta Desa Wisata Karangrejo, Dewi Pari, dan Tiara di wilayah Magelang.
Data DPRD Provinsi Jawa Tengah menyebutkan saat ini Jawa Tengah memiliki 889 desa wisata. Dengan tambahan 1.000 desa wisata baru, jumlah desa wisata di Jawa Tengah ditargetkan mencapai 1.889 desa.
Pemprov Jateng juga mendorong setiap desa wisata memiliki keunikan tersendiri agar mampu bersaing sebagai destinasi unggulan. Selain itu, pengembangan pariwisata diarahkan agar lebih inklusif dan ramah muslim, dengan fasilitas yang dapat diakses dengan nyaman oleh perempuan, anak-anak, serta penyandang disabilitas.
Sumber: Kompas.id, GOnews.id, jatengprov.go.id