Suarapantura.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat registrasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di seluruh kabupaten dan kota. Percepatan ini dilakukan agar warga kurang mampu yang belum terdata bisa masuk dalam program bantuan pemerintah.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan hal itu seusai mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Registrasi Perlinsos Digital yang digelar secara daring, Jumat (6/11/2026). Rapat tersebut diikuti kepala daerah se-Indonesia dan dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, serta Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.
Menurut Taj Yasin, pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Sosial mengajak seluruh pemerintah daerah mempercepat registrasi Perlinsos Digital. Pendataan ini diharapkan memperkuat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sekaligus menjangkau warga yang selama ini belum masuk pendataan.
"Saya mengajak seluruh kabupaten/kota, terutama tim maupun relawan yang sudah bergabung, untuk segera bergerak. Informasi yang kami terima, dari jumlah relawan yang ada, tingkat keaktifannya baru sekitar 50 persen," kata Taj Yasin mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Untuk mempercepat capaian, Pemprov Jateng mengoptimalkan kader Posyandu hingga tingkat desa. Kader Posyandu dinilai strategis karena memiliki jaringan sampai ke desa dan berinteraksi langsung dengan warga. Melalui program Pandu Tangguh, kader Posyandu mendampingi masyarakat kurang mampu, khususnya kelompok desil 1, 2, dan 3, agar dapat mengakses bantuan pemerintah pusat maupun daerah.
Taj Yasin telah menginstruksikan pengurus Posyandu yang membidangi program Pandu Tangguh untuk mengevaluasi dan mempercepat pendampingan registrasi. Evaluasi dilakukan setiap pekan dengan melaporkan perkembangan pendaftaran secara daring, baik dari sisi jumlah maupun persentase capaian.
"Laporan ini harus disampaikan secara rutin, sehingga kabupaten/kota bisa berlomba-lomba mempercepat proses registrasi. Posyandu memiliki jaringan sampai tingkat bawah, sehingga sangat strategis untuk membantu masyarakat," ujarnya.
Selain itu, Pemprov Jateng berencana mengumpulkan para wakil kepala daerah melalui rapat koordinasi daring pada pekan depan. Pertemuan itu akan mengevaluasi perkembangan registrasi Perlinsos Digital sekaligus mendorong percepatan di masing-masing daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur mengatakan, Jawa Tengah saat ini berada di peringkat ke-14 secara nasional dalam capaian aktivasi Perlinsos Digital. Tercatat sekitar 2,098 juta orang telah melakukan aktivasi, atau sekitar 18 persen dari capaian nasional.
Meski demikian, capaian itu masih perlu ditingkatkan. Sasaran registrasi di Jawa Tengah mencapai sekitar 13 juta orang, sedangkan target hingga Desember 2026 mencapai lebih dari enam juta orang.
"Kalau sampai Desember, harapannya capaian Jawa Tengah bisa mencapai 50 persen. Saat ini kita baru sekitar dua juta orang, sehingga masih perlu percepatan," jelas Imam.
Untuk mengejar target tersebut, Dinas Sosial Jateng akan menggelar rapat koordinasi dan evaluasi setiap Senin bersama pemerintah kabupaten dan kota. Dalam forum itu, daerah dengan capaian tertinggi maupun terendah akan dievaluasi untuk mengetahui kendala dan mencari solusi percepatan.
Imam menyebut Kabupaten Batang menjadi daerah dengan capaian tertinggi, yakni sudah melampaui 51 persen. Sementara Kabupaten Tegal dan Banyumas yang sebelumnya menjadi daerah percontohan justru masih berada di peringkat ke-34. Adapun Kabupaten Demak menunjukkan perkembangan positif karena berhasil melampaui capaian Tegal dan Banyumas.
Percepatan registrasi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), hingga kader Posyandu. Pendamping PKH menjadi salah satu unsur yang cukup aktif karena rutin berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui kelompok Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2).
"Kita berharap seluruh unsur bisa bergerak bersama. Dengan keterlibatan pemerintah daerah, pendamping sosial, TNI-Polri, dan kader Posyandu, target registrasi Perlinsos di Jawa Tengah dapat dipercepat," kata Imam.
Sumber: JatengPos.co.id, PeristiwaSolo.com