Suarapantura.com - PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) menyiapkan Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan dengan memanfaatkan lahan-lahan yang selama ini tidak produktif.
Keseriusan itu ditandai kunjungan Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Fadjar, ke Blora pada Kamis (6/11/2026). Kunjungan tersebut diterima langsung Bupati Blora, Arief Rohman, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora. Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Blora juga menandatangani nota kesepahaman dengan Agrinas sebagai langkah awal kerja sama pengembangan pertanian modern.
Fadjar menjelaskan, Agrinas telah memetakan sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi sentra produksi pangan. Di Indonesia, terdapat sekitar 1,5 juta hektare lahan yang selama ini tidak produktif atau lahan tidur, sebagian besar berada di Pulau Jawa dan Sumatera. Dari 300.000 hektare lahan yang sudah direncanakan Agrinas, sekitar 15 persen atau sekitar 45.000 hektare ditargetkan berada di wilayah Blora.
Untuk tahap awal, Agrinas akan mengembangkan komoditas singkong dan jagung di Blora. Survei awal di beberapa kecamatan sudah dilakukan dan kondisi lahan dinilai cocok untuk kedua komoditas tersebut. Selain itu, Blora juga disiapkan menjadi salah satu titik utama pusat penyemaian atau nursery di Jawa Tengah, tepatnya di Kecamatan Todanan.
"Insya Allah, kami akan segera melakukan survei lahan dalam satu hingga dua bulan ke depan. Targetnya, panen perdana bisa dilakukan pada 2027," kata Fadjar.
Pengembangan pertanian di Blora akan mengusung tiga pilar utama, yakni modernisasi agronomi berbasis mekanisasi, digitalisasi dan internet of things (IoT), serta penguatan kelembagaan petani. Agrinas juga berencana membangun pabrik pengolahan gabah dan silo penyimpanan skala besar agar kualitas hasil panen tetap terjaga.
Direktur Pangan Agrinas Pangan Nusantara, Brigjen TNI Blasius Popylus, menjelaskan Blora dipilih karena letaknya hampir di tengah Jawa Tengah, memiliki sumber daya alam pertanian yang luar biasa, serta dukungan irigasi dan embung. Menurutnya, seluruh lahan pertanian di Blora akan diberdayakan secara bertahap.
"Target kami tahun depan sudah mulai swasembada, Blora juga diharapkan berkontribusi bagi Jawa Tengah dan nasional," ujar Blasius.
Selain singkong dan jagung, Agrinas juga tengah mengembangkan komoditas tebu. Lahan tebu disiapkan di tiga kabupaten di Jawa Tengah, yakni Blora, Grobogan, dan Sragen. Program ini diharapkan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat sekaligus meningkatkan pendapatan petani melalui pola kemitraan.
Bupati Blora Arief Rohman menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai langkah Agrinas menjadi peluang besar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah. Pemkab Blora menyatakan siap mendukung penuh, termasuk penyediaan data lahan, pendampingan petani, dan percepatan perizinan.
"Pertanian ini menjadi salah satu sektor prioritas di Kabupaten Blora. Kami berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan pertanian modern yang berkelanjutan dan berpihak kepada petani," tegas Arief.
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Joni, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut, menambahkan bahwa kehadiran Agrinas di Blora diharapkan membawa manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani. Menurutnya, lahan tidur yang dikelola dengan baik dapat menghasilkan pangan dalam jumlah besar sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Blora selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Tengah, antara lain sebagai penghasil jagung terbesar kedua di provinsi ini. Dengan dukungan Agrinas, daerah tersebut diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai penopang ketahanan pangan Jawa Tengah dan nasional.
Sumber: iNews Boyolali, MataBicara