SuaraPantura.com - Kebakaran yang terjadi di TPA Pesalakan Desa Pegongsoran Kecamatan Pemalang hingga hari ini masih belum juga padam Selasa. 5 September 2023.
Akibat kebakaran sampah tersebut warga mulai merasakan dampaknya, warga sekitar TPA mulai mengalami sejumlah gangguan kesehatan dari sesak nafas hingga mata perih,
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pemalang bergerak cepat dengan mendirikan posko kesehatan untuk melayani warga sekitar TPA secara gratis.
Kepala Dinkes Pemalang, Yulies Nuraya mengatakan untuk meminimalisir dampak kesehatan dari asap kebakaran di TPA Pesalakan, pihaknya telah memerintahkan sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas terdekat untuk mendirikan posko kesehatan di sekitar area kebakaran.
Rencananya posko pelayanan masyarakat tersebut akan ada hingga sepekan kedepan, guna melihat perkembangan serta melayani kebutuhan masyarakat sekitar TPA Pesalakan.
"Kami baru buka hari Senin karin walaupun memang pelayanan posko ini sudah ada setiap satu pekan sekali, namun karena ada kejadian ini kita rencana buka sepekan kedepan. Melihat kondisi dan kebutuhan warga masyarakat di Pesalakan," ujarnya.
Sejak awal dibuka, pihaknya mendapati beberapa warga kebanyakan mengeluhkan gangguan pernafasan karena terlalu banyak menghirup asap kebakaran. Dengan penanganan pemberian obat dan masker, serta beberapa kondisi akan dirujuk ke rumah sakit.
lebih lanjut, pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat pesalakan agar mengenakan masker bila melakukan kegiatan. Sebab kontaminasi asap kebakaran di udara sangat buruk untuk kesehatan, terutama kepada anak-anak.
"Tolong pake masker karena kualitas udara disini sedang menurun dampak dari polusi asap kebakaran. Didalam maupun diluar rumah harus pakai terutama anak-anak agar dampak penyakit karena asap itu bisa diminimalisir," pungkasnya.
Sementara itu, Dasian (50) warga sekitar menuturkan dampak kebakaran itu asap sampai masuk hingga ke dalam rumahnya, sehingga seluruh anggota keluarganya mengalami gangguan pernafasan dari sesak nafas hingga mata perih.
Dengan adanya posko kesehatan gratis tersebut dirinya merasa sangat bersyukur karena dapat pelayanan kesehatan dan obat secara mudah serta cepat untuk penanggulangan.
"Rumah saya jaraknya hanya 25 meter dari titik api, jadi asapnya masuk ke dalam rumah. Semua anggota keluarga dari cucu sampai saya sendiri merasakan sesak nafas dan mata perih, alhamdulillah adanya posko saya bisa memeriksakan kesehatan dan mendapatkan obat," ucapnya.*** (Abimanyu)