MISTERI Mayat Berseragam Pramuka di Pemalang Akhirnya Terungkap, Pembunuhnya Kenal Korban di Medsos
Tim Suara Pantura 01•
Jateng Pantura
SuaraPantura.com - Misteri pembunuhan dalam kasus mayat berseragam pramuka yang ditemukan di Pemalang akhirnya terungkap.
Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan yang diduga melakukan tindak pidana pembunuhan atau pencurian dengan kekerasan pada korban.
Pelaku berinisial AM (26) yang diketahui mengenal korban melalui Medsos.
"Tersangka berkenalan dengan korban, menggunakan akun medsos samaran yang mencantumkan nama dan foto profil bukan sebenarnya atau tidak sesuai identitas tersangka," ungkap Kapolres Pemalang AKBP Yovan.
Selanjutnya usai tersangka dan korban janjian bertemu untuk jalan-jalan dengan sepeda motor milik korban.
Tersangka kemudian membawa korban ke sebuah tempat yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) yakni di sebuah perkebunan Desa Sidorejo Kecamatan Comal.
Saat itu tersangka masih mengenakan masker dan korban meminta tersangka membuka maskernya.
Karena panik wajah aslinya terungkap, tersangka kemudian membekap korban hingga meninggal.
Diketahui sebelumnya, mayat berseragam Pramuka yang ditemukan mengambang di sebuah saluran sungai tambak Desa Blendung, Kecamatan Ulujami, Pemalang , Jawa Tengah.
Mayat berseragam Pramuka ini ditemukan warga yang akan pergi ke tambak pada 22 Agustus lalu.
Tidak jauh penemuan mayat tersebut, ditemukan pula sarung yang dibanduli (dipasangi) batu.
Awalnya, mayat tersebut sempat dikira boneka oleh warga.
Namun ternyata yang mengambang di sungai Desa Blendung, Kecamatan Ulujami, Pemalang tersebut adalah sesosok mayat gadis berseragam Pramuka.
Hal itu disampaikan oleh Agus, salah satu warga setempat yang sempat dilapori oleh seseorang yang menemukan mayat tersebut.
Warga pun geger atas penemuan mayat tersebut kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian.
Menurut Agus, mayat gadis berseragam Pramuka tersebut terdapat luka di beberapa bagian tubuhnya.
Tidak jauh penemuan mayat tersebut, ditemukan pula sarung yang dibanduli (dipasangi) batu.
Banyak yang menduga bahwa mayat tersebut sengaja dibunuh dan ditenggelamkan.
Mayat tersebut pun kemudian langsung dievakuasi ke RSUD M Azhari Pemalang untuk diidentifikasi.
Hasil identifikasi dan autopsi pada Rabu, 23 Agustus dini hari diketahui bahwa mayat berseragam Pramuka tersebut bernama Rika Indriyani, 20 tahun warga dukuh Gombong RT 02/8 Desa Bulakpelem kecamatan Sragi kabupaten Pekalongan yang sebelumnya diberitakan hilang.
Korban merupakan anak ke-5 dari pasangan Danusri dan Wargono yang pada minggu sebelumnya tidak pulang kerumah usai bekerja.
Meskipun ditemukan dengan mengenakan seragam Pramuka, namun Korban diketahui merupakan karyawan sebuah restoran Padang dan bukan pelajar.
Sebelumnya korban keluar rumah dengan mengenakan sepeda motor matic bernomor polisi G 4266 AQB.
Namun pada saat ditemukan jasad korban mengenakan seragam Pramuka serta tidak ditemukan kendaraan korban.
Kakak korban yang mencari korban sempat menanyakan ke rekan kerja korban.
Dari pengakuan rekan ketja korban, korban berpamitan akan jalan-jalan seusai melakukan pekerjaan.
Bukan Korban Kekerasan Seksual
Meskipun ditemukan dalam keadaan tidak mengenakan celana dalam namun ternyata bukan mayat tersebut bukan korban dari kekerasan seksual.
Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Jateng Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti saat ditemui pada kegiatan Syukuran HUT Polwan ke-75 di Gedung Borobudur, Mapolda Jateng, Kota Semarang, pada Senin 4 September lalu.
Menurutnya, dari hasil pemeriksaan petugas medis, tidak ada ktanda kekerasan seksual.
“Tidak ada kekerasan seksual. Meninggal karena mati lemas dibekap,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pada pemeriksaan autopsi didapati fakta korban juga mengalami pendarahaan di otak akibat kekerasan benda tumpul.
Namun, penyebab kematiannya karena mati lemas akibat dibekap.***