SuaraPantura.com - Aksi Mbah Slamet, dukun pengganda uang di Banjarnegara yang menghabisi 12 korbannya ternyata tak lepas dari peran seorang warga pemalang bernama Budi Santoso (BS) yang berperan mengiklankan praktik perdukunannya melalui media sosial.
BS menggunakan kelihaiannya mempromosikan Mbah Slamet dengan melalui media sosial facebook sehingga Mbah Slamet mendapatkan mangsa yang kemudian dihabisinya.
Hal ini disampaikan oleh Kapolres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto. Ia menjelaskan bahwa BS berperan mempromosikan jasa perdukunan Mbah Slamet dan mempertemukan antara korban dan tersangka.
Dari aktifitas tersebut, BS memperoleh imbalan dari Mbah Slamet.
"BS mendapat imbalan dari tersangka antara Rp 5 juta sampai Rp 10 juta," ungkap Kapolres.
Jenazah yang telah dievakuasi ada sebanyak 12 orang yang merupakan korban dari kejahatan Mbah Slamet.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kejadian pilu sekaligus menghebohkan datang dari Banjarnegara.
Pasalnya, seorang dukun bernama Slamet Tohari yang merupakan dukun pengganda uang dari banjarnegara, Jawa Tengah tega menghabisi 11 orang korbannya yang merupakan klien perdukunannya.
Kejadian terungkap usai salah satu korbannya beinisial PO memberikan pesan kepada keluarganya sebelum bertemu Slamet.
PO yang merupakan warga Sukabumi, Jawa Barat yang dilaporkan hilang setelah berkunjung ke Banjarnegara untuk bertemu Slamet pada Kamis 23 Maret 2023.
PO mengirimkan pesan melalui Whatsap ke pihak keluarga agar pihak keluarka melapor ke aparat jika nanti dirinya tak ada kabar setelah ke Banjarnegara.
"Ini di rumahnya Pak Slamet. Buat jaga-jaga kalau umur ayah pendek, misal ayah tidak ada kabar sampai Minggu, langsung saja ke lokasi bersama aparat," Demikian bunyi pesan yang disampaikan PO kepada keluarganya melalui whatsap.
Setelahnya, pihak keluarga pun tak mendapatkan kabar dari PO, kemudian mereka memutuskan untuk melapor ke pihak kepolisian.
Pihak keluarga pun kemudian melapor ke Polres Banjarnegara pada Senin, 27 Maret 2023.
Polisi kemudian menerjunkan personilnya menuju Tempat Kejadian Perkara.
Betapa mengejutkan, ternyata korban PO ditemukan sudah tewas dikubur di salah satu lahan perkebunan.
Tak hanya itu, polisi kemudian menemukan 10 jenazah lainnya di lokasi yang berbeda.
Motif pembunuhan yang dilakukan Slamet diduga berkaitan dengan aksi penipuan yang selama ini dilakukan oleh Slamet.
Diperkirakan sudah 5 tahun Slamet menjalankan aksi ini.
***