SuaraPantura.com - Geger isu tutupnya toko emas berkah di semua wilayah dan cabang-cabangnya di Pemalang dan sekitarnya.
Masyarakat pun beramai-ramai berbondong-bondong untuk mendatangi toko emas berkah tersebut karena merasa memiliki atau membeli emas dari toko tersebut.
Tidak hanya di Pemalang namun ramainya masyarakat yang menggeruduk toko emas berkah juga terjadi di Kajen Pekalongan.
Hal ini membuat suasana Kok tidak kondusif sempat terjadi dan membuat pihak aparat keamanan turun tangan.
Kapolres Pekalongan AKBP Wahyu Rohadi, S.I.K., M.H melalui PS. Kasi Humas Ipda Suwarti, S.H menyampaikan bahwa pihaknya untuk keamanan telah mengambil langkah dengan memindahkan sementara transaksi penjualan Toko Emas Kajen ke Polsek Kajen untuk menghindari pengunjung yang semakin penuh dan berdesak-desakan.
“Kami telah melakukan koordinasi dengan Toko Emas Kajen tentang mekanisme warga yang akan menjual emasnya. Terkait adanya isu penutupan, dari manajemen Toko Emas Berkah menjelaskan bahwa tokonya yang berada di Pasar Kajen akan tetap beroperasi”, terang Ipda Suwarti.
Kasi Humas juga menuturkan Toko Emas Berkah yang di Pemalang memang sudah tutup, akan tetapi toko di Kajen tetap beroperasi.
Hal ini karena antara toko di Pemalang dan di Kajen berbeda manajemen. Dari pihak Toko Emas Berkah sendiri menjelaskan, bahwa Toko Emas Berkah di Pasar Kajen tetap beroperasi seperti biasa dan libur pada hari Minggu.
Sementara itu di wilayah toko berkah di Kabupaten Pemalang dari pantauan redaksi didapati toko emas tersebut belum buka.
Beredar kabar toko emas berkah Pemalang tersebut mengalami bangkrut sehingga 28 toko emasnya tutup permanen.
Masyarakat yang merasa memiliki emas atau membeli emas dari toko emas berkah Pemalang pun panik dan berdesak-desakan mendatangi cabang toko emas berkah yang ada di Pemalang namun hasilnya nihil.
Bahkan beberapa konsumen menyatakan mendatangi langsung rumah pemilik toko emas berkah namun juga nihil karena si pemilik rumah tidak berada di tempat.
Salah satu pedagang di dekat toko emas berkah, Budi menyatakan bahwa memang beberapa hari ini tampak para konsumen toko emas berkah berdesak-desakan mendatangi tokoh tersebut untuk menjual emasnya karena mendengar informasi bahwa toko emas tersebut bangkrut.
“Iya beberapa hari lalu banyak warga yang datang ke sini rencananya ingin menjual emasnya kembali, namun mereka kecewa karena pihak toko emas berkah tidak ada yang menemuinya untuk memberikan penjelasan, serta toko juga dalam keadaan tertutup menggunakan gembok,” ungkap Budi, Kamis 1 Juni 2023.
***