SuaraPantura.com - Misteri kematian seorang karyawan Rumah Makan Padang asal Dukuh Gombong RT 02/8, Desa Bulakpelem Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan menjadi perhatian.
Pasalnya, korban yang notabene bukan pelajar ditemukan tewas mengambang di saluran sungai tambak areal Desa Blendung, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang dalam keadaan mengenakan seragam setelan Pramuka dengan identitas Gudep SMA 1 Petarukan.
Tidak jauh penemuan mayat tersebut, ditemukan pula sarung yang dibanduli (dipasangi) batu.
Kuat dugaan korban dibunuh dan sengaja ditenggelamkan serta dipakaikan seragam Pramuka untuk menghilangkan jejak.
Sementara dalam seragam pramuka juga ditemukan baju sweater yang diduga dipakai korban sebelum tewas.
Rika sebelumnya dilaporkan pergi meninggalkan rumah pada hari Minggu tanggal 20 Agustus sekitar pukul 21.00 wib, pergi tidak berpamitan kepada keluarga atau orang tua.
Saat dihubungi oleh keluarga atau orang tua, Nomor telpon milik Rika indriyani terhubung tapi tidak merespon.
Keluarga Rika indriyani mencoba mencari ke temannya dan saudaranya, namun tidak ada.
Hingga akhirnya, pada Selasa tanggal 22 Agustus kemarin Rika ditemukan tewas mengambang di sungai areal tambak Desa Blendung Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang.
Awal mula jenazah mayat berseragam Pramuka itu dikenali adalah saat kakak korban mendatangi RSUD Dr M Ashari Pemalang, pada Selasa 22 Agustus dini hari.
Kakak korban, Kusmiati menuturkan meskipun wajah korban sulit dikenali namun dari anatomi jari tangan dan kaki serta barang bawaan korban, Ia meyakini bahwa mayat tersebut adalah adiknya yang bernama Rika Indriyeni.
Pihak keluarga sendiri merasa heran tatkala sang adik ditemukan dalam kondisi mengenakan seragam Pramuka padahal sang adik sudah tidak sekolah.
Kusmiati beberapa kali keluar masuk kamar jenazah dan memastikan bahwa itu memang benar adiknya.***