SuaraPantura.com - Misteri seragam pramuka yang dikenakan Rika Indriyeni menjadi pertanyaan besar di masyarakat.
Pasalnya, Rika Indriyeni bukanlah seorang pelajar melainkan seorang karyawan di salah satu RM Padang daerah Sragi, Pekalongan.
Lantas kenapa korban mengenakan seragam pramuka saat ditemukan di Pemalang?.
Didekat penemuan mayat korban juga ditemukan sarung berisi batu besar yang ditengarai sebagai upaya penenggelaman korban.
1. Asal Seragam Pramuka Korban
Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Pemalang Sukarso pun buka suara mengenai seragam pramuka yang dikenakan mayat tersebut.
Diketahui, Gudep yang tertempel pada baju Pramuka korban tertulis 27.05.208.
Sujarso pun memastikan bahwa pemilik Gudep 27.05.208 merupakan Gugus dari sekolah SMA Negeri 1 Petarukan.
Meski begitu, pihak sekolah telah melakukan pendataan terkait kesiswaan dan tak ditemukan lapiran adanya siswi yang hilang.
2. Awal Mula Ditemukan
Awalnya, mayat tersebut sempat dikira boneka oleh warga.
Namun ternyata yang mengambang di sungai Desa Blendung, Kecamatan Ulujami, Pemalang tersebut adalah sesosok mayat gadis berseragam Pramuka.
Hal itu disampaikan oleh Agus, salah satu warga setempat yang sempat dilapori oleh seseorang yang menemukan mayat tersebut.
Warga pun geger atas penemuan mayat tersebut kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian.
Menurut Agus, mayat gadis berseragam Pramuka tersebut terdapat luka di beberapa bagian tubuhnya.
Tidak jauh penemuan mayat tersebut, ditemukan pula sarung yang dibanduli (dipasangi) batu.
Banyak yang menduga bahwa mayat tersebut sengaja dibunuh dan ditenggelamkan.
Mayat tersebut pun kemudian langsung dievakuasi ke RSUD M Azhari Pemalang untuk diidentifikasi.
3. Identitas Korban Terungkap
Hasil identifikasi dan autopsi pada Rabu, 23 Agustus dini hari diketahui bahwa mayat berseragam Pramuka tersebut bernama Rika Indriyani, 20 tahun warga dukuh Gombong RT 02/8 Desa Bulakpelem kecamatan Sragi kabupaten Pekalongan yang sebelumnya diberitakan hilang.
Korban merupakan anak ke-5 dari pasangan Danusri dan Wargono yang pada minggu sebelumnya tidak pulang kerumah usai bekerja.
Meskipun ditemukan dengan mengenakan seragam Pramuka, namun Korban diketahui merupakan karyawan sebuah restoran Padang dan bukan pelajar.
Sebelumnya korban keluar rumah dengan mengenakan sepeda motor matic bernomor polisi G 4266 AQB.
Namun pada saat ditemukan jasad korban mengenakan seragam Pramuka serta tidak ditemukan kendaraan korban.
Diduga kuat, korban usai dibunuh oleh pelaku, dikenakan pakaian pramuka untuk menghilangkan jejak atau mengelabuhi petugas.
4. Kakak Korban yang Pertama Kali Mengenali Korban
Awal mula jenazah mayat berseragam Pramuka itu dikenali adalah saat kakak korban mendatangi RSUD Dr M Ashari Pemalang, pada Selasa 22 Agustus dini hari.
Kakak korban, Kusmiati menuturkan meskipun wajah korban sulit dikenali namun dari anatomi jari tangan dan kaki serta barang bawaan korban, Ia meyakini bahwa mayat tersebut adalah adiknya yang bernama Rika Indriyani.
Rika sendiri diketahui meninggalkan rumah pada Minggu, 20 Agustus malam.
Kusmiati beberapa kali keluar masuk kamar jenazah dan memastikan bahwa itu memang benar adiknya.
Pihak keluarga sendiri merasa heran tatkala sang adik ditemukan dalam kondisi mengenakan seragam Pramuka padahal sang adik sudah tidak sekolah.
Motor dengan nomor polisi G 4266 AQB, uang dan tas korban yang berisi identitas yang dibawa korban pun raib.
Hingga saat ini polisi terus bekerja keras menggali danengungkap kasus ini.***