SuaraPantura.com - Kebakaran terjadi di Jalan KH Samanhudi tepatnya sebelah utara Masjid Agung Nurul Kalam Pemalang, pada pukul 23.00 WIB Senin, 28 Agustus 2023, sedikitnya enam ruko semi permanen (warung makan) ludes terbakar.
Kapolsek Pemalang M Gufron mengatakan laporan yang ia terima dari petugas serta masyarakat kejadian kebakaran terjadi pada pukul 23.00 WIB tengah malam tadi. Ia mengungkapkan api awalnya bersumber di Rumah Makan Padang yang terletak di tengah-tengah enam bangunan yang terbakar.
"Dari keterangan saksi kebakaran terjadi pada pukul 11 malam yang menghanguskan enam warung makan. Total kerugian belum bisa dihitung namun diperkirakan estimasinya Rp50-an juta jadi totalnya kira-kira Rp350 juta", ujarnya.
Dalam usaha pemadaman, pihaknya menjelaskan petugas damkar baru datang ke lokasi 30 menit setelah kejadian dan posisi warung telah ambruk ludes terbakar. Dengan total dua mobil truk damkar dan satu truk supply air dari BPBD Pemalang.
Sementara itu, Sunarto petugas parkir di sekitar lokasi sebagai saksi mata pertama menuturkan awal kejadian dirinya telah melihat banyak asap berada di atas warung. dirinya lantas mendobrak salah satu pintu warung dan menemukan api berada di bawah yang berasal dari Warung Makan Padang.
"Semuanya sudah tutup saat kejadian, dan saya kaget kok ada asap diatas warung. Sontak langsung saya didobrak ternyata api sudah besar dari arah warung makan padang sepintan saya berteriak minta tolong kewarga sekitar", ucapnya.
Hendro Priyanto 38 tahun, salah satu pemilik warung makan lontong dekem nasi gerombyang mengatakan menuturkan kepada suarapantura.com dirinya menutup warung pukul 22.00 WIB, selang satu jam dirinya mendapat kabar bahwa tempat jualanya terbakar.
"Saya menutup warung tadi jam 10 malam, sehabis itu saya pulang untuk istirahat, belum sempat istirahat dapat telpon kalo warung terbakar sepontan saya lari untuk melihat ke adaan warung ternyata benar adanya", paparnya.
Hendro mengatakan dengan kejadian kebakaran tersebut dirinya mengalami kerugian berkisar kurang lebih 50 jt rupiah, namun dirinya masih bersyukur kebakaran tidak menimbupkan korban jiwa, namun demikian dirinya masih merasa bingung dari mana sumber api tersebut.
"Kerugian saya kisaran Rp. 50 jt, saya masih bersukur kejadin tidak memakan korban jiwa, dan srjujurnya saya peribadi madih bingung sumber api dari mana asalnya", ungkapnya.
Menurut Hendro dirinya sedikit menyayangkan petugas damkar kurang gerak cepat, sehingga tidak ada barang barang yang bisa di selamatkan.
"Menurut saya petugas damkar kurang garcep (gerak cepat) seh8ngga tidak ada barang yang di selamatkan, padahal jarak kantor kelokasi kebakaran sangat dekat", tegasnya.***(Abimanyu)