SuaraPantura.com - Jelang 10 hari pasca ditemukan, pelaku penbunuhan wanita berseragam Pramuka yang ditemukan pada 22 Agustus lalu belum terungkap.
Meski begitu, pihak kepolisian terus mendalami kasus itu. Bahkan Pokda Jateng ikut turun tangan memecahkan kasus ini.
Polda Jateng juga sudah turun tangan membantu pengungkapan kasus ini terutama dalam hal IT-nya.
Sejauh ini setidaknya sudah ada 11 saksi yang diperiksa oleh pihak kepolisian.
Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Satake Bayu Setianto.
"Sudah ada 11 saksi yang diperiksa," ungkapnya.
Namun Ia belum menjelaskan secara rinci siapa saja saksi yang sudah diperiksa.
Polisi menyebut berdasarkan hasil autopsi bahwa korban meninggal karena kekerasan benda tumpul di bagian kepala sehingga menyebabkan pendarahan otak.
Selain itu korban juga dibekap hingga mati lemas.
"Hasil autopsi meninggal karena kekerasan benda tumpul pada kepala mengakibatkan pendarahan otak dan bekap yang mengakibatkan mati lemas," ungkap Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Satake Bayu Setianto.
Sebelumnya, Warga geger atas penemuan mayat berseragam Pramuka di saluran sungai areal tambak Desa Blendung Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang.
Warga tersebut kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian.
Mayat yang ditemukan dalam keadaan berseragam Pramuka pun sempat membingungkan aparat.
Misteri asal seragam pramuka korban pun sempat menjadi perhatian.
Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Pemalang Sukarso pun buka suara mengenai seragam pramuka yang dikenakan mayat tersebut.
Diketahui, Gudep yang tertempel pada baju Pramuka korban tertulis 27.05.208.
Sujarso pun memastikan bahwa pemilik Gudep 27.05.208 merupakan Gugus dari sekolah SMA Negeri 1 Petarukan.
Meski begitu, pihak sekolah telah melakukan pendataan terkait kesiswaan dan tak ditemukan lapiran adanya siswi yang hilang.
Hingga akhirnya, hasil identifikasi dan autopsi pun terkuak pada Rabu, 23 Agustus dini hari.
Diketahui bahwa mayat berseragam Pramuka tersebut bernama Rika Indriyani, 20 tahun warga dukuh Gombong RT 02/8 Desa Bulakpelem kecamatan Sragi kabupaten Pekalongan yang sebelumnya diberitakan hilang.
Rika sendiri diketahui meninggalkan rumah pada Minggu, 20 Agustus malam.
Kakak korban yang mencari korban sempat menanyakan ke rekan kerja korban.
Dari pengakuan rekan kerja korban, korban berpamitan akan jalan-jalan seusai melakukan pekerjaan.
Setelah itu tak ada kabar lagi tentang keberadaan Rika hingga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Pihak keluarga sendiri merasa heran tatkala sang adik ditemukan dalam kondisi mengenakan seragam Pramuka padahal sang adik sudah tidak sekolah.
Motor dengan nomor polisi G 4266 AQB, uang dan tas korban yang berisi identitas yang dibawa korban pun raib.***