SuaraPantura.com - Kabupaten Pemalang tengah memperingati hari jadinya ke -447. Dalam hingar bingar dan rangkaian hari jadi Kabupaten Pemalang tersebut, rupanya menyisakan kenyataan pahit bagi seniman lokal.
Pasalnya, Pemkab Prmalang konon lrbih memilih menampilkan pegiat seni dari luar daripada para seniman asli Kabupaten Pemalang sendiri.
Seniman Pemalang yang notabene masih terpuruk oleh kondisi Covid-19, dianggap tak mendapatkan suport dari Pemkab Pemalang.
Hal ini disampaikan oleh Andi Rustono, pegiat srni di Kabupaten Pemalang sekaligus akstivis Ampera.
Dirinya menilai pesta hari jadi kabupaten Pemalang telah direbut. Pesta hari jadi Kabupaten Pemalang yang harusnya menjadi pesta rakyat namun malah dianggap telah menyakiti hati Rakyat.
" Pesta Kami pun Anda Rebut" Tulis Andi Rustono mengawali kegundahannya.
Andi Rustono mempertanyakan kenapa Pemerintah Kabupaten Pemalang lebih memilih melibatkan kesenian dari Bandung daripada seniman kearifan lokal.
" Peringatan Hari Jadi 447 tahun Kabupaten Pemalang. Tp kenapa malah nanggap angklung Mang Ujo dr Bandung di Pendopo milik Rakyat utk ditonton terbatas para Pejabat, kok tidak mementaskan kesenian asli Pemalang." Lanjutnya melalui media sosial pribadinya.
Ia menilai bahwa ini kesalahan strategi pembangunan yang tak partisipatif.
" Ini contoh dr kesalahan strategi Pembangunan yg jelas-jelas tidak partisipatif." Tambahnya.
Anfi Rustono juga menganggap bahwa kebijakan tersebut telah menyakiti Rakyat, khususnya seniman lokal Kabupaten Pemalang.
"Anda menyakiti kami yang 2 tahun dengan susah payah hadapi pandemi. Kami tetap harus bergerak." Tulisnya.
Diketahui bahwa pada hari ini Senin, 24 Januari 2022 seniman Kabupaten Pemalang akan melakukan unjuk rasa dengan tema kesenian di kantor Pendopo Kabupaten Pemalang.
***