SuaraPantura.com - Poli mengungkap produsrn bakso yang menggunakan ayam tiren atau ayam yang sudah mati di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Jum'at, 21 Januari 2022, MHS (51) dan AHR (50), Suami istri asal Padukuhan Ponggok II, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, DIY.
Pasangan ini membuat bakso sejak tahun 2018. Masyarakat sekitar pun tidak mengetahui bahwa bakso buatan mereka terbuat dari Ayam Tiren.
Oadahal, bakso bikinan mereka banyak diambil oleh pedagang pasar di sekitar Yogyakarta.
Kepala Dukuh Ponggok II Fajar Gunadi mengatakan bahwa masyarakat sekitar pun tidak mengetahui bahwa yang bersangkutan memproduksi bakso dari ayam tiren.
" Masyarakat tidak tahu (kalau pakai ayam tiren), tahunya yang bersangkutan jualan bakso dan itu produksi rumahan,” ucapnya.
Kepada polisi, MHS dan AHR mengaku mengedarkan bakso ayam tiren tersebut sejak 2015 di tiga pasar di Yogyakarta dengan penghasilan bersih Rp 500.000 per hari.
MHS mengaku dalam sehari dirinya menghabiskan 15 sampai 20 ekor ayam tiren. Daging tersebut kemudian dibuat menjadi adonan bakso.
"Untuk campurannya pakai benzoat, soda kue juga," ungkapnya.
Mereka mengaku jika menggunakan ayam tiren karena harga ayam di oasaran sedang melambung tinggi.
***