SuaraPantura.com – Seorang pria berumur 41 tahun ditangkap pihak kepolisian lantaran tega mencabuli anak kandungnya sendiri yang masih berusia depalan tahun.
Pelampiasan nafsu bejad WD, membuat sang putri harus menghembuskan nafas terakhir untuk selama lamanya.
Meski sempat menolak dan menghalau, namun tenaganya tak mampu mengalahkan perbuatan keji ayahnya.
Ditengah kondisi tubuh yang demam, ia harus melayani perbuatan nista tersebut.
Hingga akhirnya korban pun meninggal setelah sebelumnya sempat mengalami kejang kejang selama satu jam.
Dilansir dari akun IG @memomedsos Selasa, 22 Maret 2022 diketahui korban dikebumikan pada Sabtu, 19 maret 2022. Namun, polisi mendapat laporan bahwa kematian korban tidaklah wajar.
"Dalam surat keterangan dokter ada kematian kurang wajar dengan tanda kekerasan di vagina dan dubur. Dari adanya itu kita buatkan laporan polisi, sementara kondisi korban sudah dimakamkan. Dengan adanya dugaan kematian tidak wajar lakukan pembongkaran makam dan otopsi pada pukul 21.40 WIB hari itu juga. Terbukti adanya kematian yang diakibatkan kekerasan seksual. Lalu kita amankan pelaku," jelas Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Sardo Lumbantoruan
Sebelum semuanya terungkap, diketahui kalau 5 tahun yang lalu pelaku dengan ibu korban telah resmi bercerai.
Ketiga anak hasil perkawinan tersebut ikut hidup bersama ibunya, sedangkan sang ayah hidup sendiri indekos di daerah Tlogosari, Pedurungan Semarang.
Meski begitu, korban bersama ibunya masih sering menengok pelaku.
Diketahui kejadian bermula saat sang korban dititipkan kepada pelaku di rumah indekos Jumat, 18 Maret 2022.
Karena kerap bertemu sebelumnya, ibu korban tak menaruh rasa curiga apapun pada mantan suaminya itu.
Tak lama setelah ditinggal, pelaku mulai melancarkan aksi bejatnya tersebut. Dalam keadaan lemah tak berdaya itulah, sang anak harus pasrah menerima kekejaman pelaku.
Perbuatannya bahkan diteruskan hingga korban mengalami kejang kejang.
"Memang pada hari itu pelaku melakukan hubungan seksual. Anaknya kejang sejam atau dua jam saat itu. Lalu dibawa lah anak itu ke sebuah klinik oleh klinik diminta ke rumah sakit yang lebih besar. Tapi anaknya ternyata sudah meninggal dunia," tambah Donny
***