Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Benarkah Jepang Batalkan Pendanaan PLTU Indramayu? Ini Keterangan Resmi Kemenlu

Andri Susanto•
Jateng Pantura

SuaraPantura.com - Jepang akan menghentikan pemberian pinjaman untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga (PLTU) batu bara di Indonesia dan Bangladesh, kata pemerintah, Rabu 22 Juni 2022.

Kebijakan tersebut khususnya untuk dua pembangunan PLTU, yaitu di PLTU Indramayu di Indonesia dan PLTU Matarbari di Bangladesh sebagai tanggapan atas kritik internasional terhadap PLTU batu bara, yang menjadi sumber utama emisi gas rumah kaca yang dipersalahkan sebagai penyebab pemanasan global.

Solo Luncurkan Aplikasi Food Sharing, Pangan Layak Konsumsi Tak Lagi Terbuang
Baca Juga · Jateng Pantura
Solo Luncurkan Aplikasi Food Sharing, Pangan Layak Konsumsi Tak Lagi Terbuang

"Kami memutuskan bahwa tidak dapat melanjutkan dukungan lebih jauh terhadap proyek-proyek ini (PLTU Indramayu dan PLTU Matarbari) sebagai subjek pinjaman yen," kata Sekretaris Pers Kementerian Luar Negeri Hikariko Ono pada konferensi pers kemarin.

9 Hari Porprov Jateng 2026: 157 Atlet Jalani Rawat Jalan, 22 Dirujuk ke Rumah Sakit
Baca Juga · Jateng Pantura
9 Hari Porprov Jateng 2026: 157 Atlet Jalani Rawat Jalan, 22 Dirujuk ke Rumah Sakit

Dia juga mengatakan pemerintah akan terus membantu negara-negara berkembang dalam upaya mewujudkan masyarakat bebas karbon.

BML Vol. 3 Diluncurkan di Lokananta Solo, Pendaftaran Musisi Dibuka hingga 31 Desember
Baca Juga · Jateng Pantura
BML Vol. 3 Diluncurkan di Lokananta Solo, Pendaftaran Musisi Dibuka hingga 31 Desember

Seperti diketahui, Indonesia dan Bangladesh sedang melakukan tahap survei untuk proyek-proyek tersebut dengan dukungan Jepang, namun masih dalam tahapan perencanaan yang belum berlanjut ke konstruksi.

Negara-negara G7 sebelumnya sepakat pada tahun 2021 untuk mengakhiri dukungan pendanaanya untuk PLTU batu bara. Dan sebelumnya Jepang juga bersikeras tetap mempertahankan proyek PLTU yang sedang berjalan sehingga memicu tekanan internasional dari kelompok pro lingkungan dan menggangap negara-negara G-7 melanggar komitmennya.

G-7 terdiri dari Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang dan Amerika Serikat, ditambah Uni Eropa.***

Tags:
#jepang#pinjaman#kemenlu#pltu indramayu
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…