Mahasiswa KKN Posko 50 UIN Walisongo Semarang dan Perangkat Desa Patemon Sosialisasikan Pencegahan Stunting
Tim Suara Pantura 02•
Jateng Pantura
Penulis: Putri Niken Usmawatul Mahasiswa UIN Walisongo Semarang
SuaraPantura.com - KKN Posko 50 UIN Walisongo Semarang dan Perangkat Desa Patemon menggelar sosialisasi pencegahan stunting di Balai Desa Patemon, Kecamatan Tengaran, Sabtu 29 Oktober 2022.
Sosialisasi diawali dengan sambutan Puji Rahayu selaku Kepala Desa Patemon. Dalam sambutannya ia berharap dengan adanya sosialisasi ini dapat menambah pengetahuan mengenai menjaga pola makan yang sehat dan bergizi kepada masyarakat.
“Kegiatan sosialisasi dilakukan agar kita mengetahui bagaimana mejaga pola makan yang baik, dan memenuhi empat sehat lima sempurna. Bu Risma dan Bu bidan, nantinya akan memberikan arahan dan petunjuk kepada ibu-ibu yang saat ini mengikuti sosialisasi stunting," ujar Kepala Desa Patemon.
Pelaksanaan sosialisasi dilakukan secara langsung dengan sasaran masyarakat umum oleh Risma Prista, AMd. Gz sebagai narasumber.
Risma menjelaskan bahwasanya memiliki berat badan kurang dari standar memungkinkan masuk kedalam ciri-ciri stunting.
Anggota KKN Posko 50 dan Narasumber Sosialisasi Pencegahan Stunting — Putri Niken Usmawatul
“Stunting adalah kondisi dimana gagal tumbuh. Dimana anak balita memiliki berat badan kurang dari standar. Lalu jika dibandingkan dengan anak sebaya nya itu tidak sama tingginya atau bisa disebut kerdil. Hal tersebut dapat terjadi karena kurangnya gizi dalam waktu yang lama (1000 HPK). HPK dimulai sejak kehamilan sampai anak usia 2 tahun," katanya.
Tema sosialisasi tersebut adalah “Peran Gizi Seimbang Dalam Upaya Pencegahan Stunting”. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu program pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Indonesia serta menambah pemahaman masyarakat dalam menjaga pola makan yang sehat.
“Tujuan diadakan kegiatan ini untuk pencegahan stunting, walaupun di Desa Patemon tidak ada yang mengalami stunting tapi pencegahan dengan makanan gizi seimbang dapat meningkatkan status gizi masyarakat”, tutur Nabila Dwi selaku ketua panitia sosialisasi.
Nabila berharap setelah adanya sosialisasi ini, upaya pencegahan stunting dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya setelah adanya sosialisasi ini, ibu-ibu yang memiliki balita bisa menerapkan upaya pencegahan stunting, seperti pemberian pola asuh yang tepat pada anaknya serta memberikan asupan dengan gizi yang seimbang," harapnya.***