Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Mahasiswa KKN Posko 50 UIN Walisongo Semarang dan Perangkat Desa Patemon Sosialisasikan Pencegahan Stunting

Tim Suara Pantura 02•
Jateng Pantura

 

Penulis: Putri Niken Usmawatul
Mahasiswa UIN Walisongo Semarang

SuaraPantura.com - KKN Posko 50 UIN Walisongo Semarang dan Perangkat Desa Patemon menggelar sosialisasi pencegahan stunting di Balai Desa Patemon, Kecamatan Tengaran, Sabtu 29 Oktober 2022.

Sosialisasi diawali dengan sambutan Puji Rahayu selaku Kepala Desa Patemon. Dalam sambutannya ia berharap dengan adanya sosialisasi ini dapat menambah pengetahuan mengenai menjaga pola makan yang sehat dan bergizi kepada masyarakat.

Solo Luncurkan Aplikasi Food Sharing, Pangan Layak Konsumsi Tak Lagi Terbuang
Baca Juga · Jateng Pantura
Solo Luncurkan Aplikasi Food Sharing, Pangan Layak Konsumsi Tak Lagi Terbuang

“Kegiatan sosialisasi dilakukan agar kita mengetahui bagaimana mejaga pola makan yang baik, dan memenuhi empat sehat lima sempurna. Bu Risma dan Bu bidan, nantinya akan memberikan arahan dan petunjuk kepada ibu-ibu yang saat ini mengikuti sosialisasi stunting," ujar Kepala Desa Patemon.

Pelaksanaan sosialisasi dilakukan secara langsung dengan sasaran masyarakat umum oleh Risma Prista, AMd. Gz sebagai narasumber.

Risma menjelaskan bahwasanya memiliki berat badan kurang dari standar memungkinkan masuk kedalam ciri-ciri stunting.

9 Hari Porprov Jateng 2026: 157 Atlet Jalani Rawat Jalan, 22 Dirujuk ke Rumah Sakit
Baca Juga · Jateng Pantura
9 Hari Porprov Jateng 2026: 157 Atlet Jalani Rawat Jalan, 22 Dirujuk ke Rumah Sakit

 

Anggota KKN Posko 50 dan Narasumber Sosialisasi Pencegahan Stunting
Anggota KKN Posko 50 dan Narasumber Sosialisasi Pencegahan Stunting — Putri Niken Usmawatul

“Stunting adalah kondisi dimana gagal tumbuh. Dimana anak balita memiliki berat badan kurang dari standar. Lalu jika dibandingkan dengan anak sebaya nya itu tidak sama tingginya atau bisa disebut kerdil. Hal tersebut dapat terjadi karena kurangnya gizi dalam waktu yang lama (1000 HPK). HPK dimulai sejak kehamilan sampai anak usia 2 tahun," katanya.

Tema sosialisasi tersebut adalah “Peran Gizi Seimbang Dalam Upaya Pencegahan Stunting”. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu program pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Indonesia serta menambah pemahaman masyarakat dalam menjaga pola makan yang sehat.

BML Vol. 3 Diluncurkan di Lokananta Solo, Pendaftaran Musisi Dibuka hingga 31 Desember
Baca Juga · Jateng Pantura
BML Vol. 3 Diluncurkan di Lokananta Solo, Pendaftaran Musisi Dibuka hingga 31 Desember

“Tujuan diadakan kegiatan ini untuk pencegahan stunting, walaupun di Desa Patemon tidak ada yang mengalami stunting tapi pencegahan dengan makanan gizi seimbang dapat meningkatkan status gizi masyarakat”, tutur Nabila Dwi selaku ketua panitia sosialisasi.

Nabila berharap setelah adanya sosialisasi ini, upaya pencegahan stunting dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya setelah adanya sosialisasi ini, ibu-ibu yang memiliki balita bisa menerapkan upaya pencegahan stunting, seperti pemberian pola asuh yang tepat pada anaknya serta memberikan asupan dengan gizi yang seimbang," harapnya.***

Tags:
#stunting#mahasiswa#sosialisasi#semarang#uin walisongo#kkn#patemon
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…