Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Mahasiswa Kelompok 54 KKN Reguler 79 UIN Walisongo Ajak Siswa SDN Tegalwaton 03 Membuat Ecobrick

Tim Suara Pantura 02•
Jateng Pantura

Penulis: Herwinda Beautyka
Mahasiswa UIN Walisongo Semarang

SuaraPantura.com - Mahasiswa kelompok 54 KKN reguler 79 UIN Walisongo Semarang mengadakan pelatihan mengenai ecobrick di SDN Tegalwaton 03 yang bertempat di desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis 13 Oktober 2022 yang diikuti oleh siswa kelas lima (V) sejumlah 23 anak.

Sampah yang ada saat ini menjadi masalah besar bagi Indonesia. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah plastik adalah ecobrick. Ecobrick merupakan metode yang dilakukan untuk mengurangi sampah terutama sampah anorganik dengan menggunakan media botol yang diisi sampah plastik yang sudah dipotong-potong.

Verifikasi KDKMP Jateng Tembus 95 Persen, Pemprov Kejar Sisa Data dan Perkuat Pengelola
Baca Juga · Jateng Pantura
Verifikasi KDKMP Jateng Tembus 95 Persen, Pemprov Kejar Sisa Data dan Perkuat Pengelola

Herwinda, salah satu tim KKN Posko 54, menjelaskan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengenalkan kepada siswa mengenai Ecobrick sebagai salah satu langkah untuk mengurangi sampah.

“Pengenalan pengelolaan sampah terutama sampah anorganik sangatlah penting, dan dapat dilakukan sedini mungkin. Ecobrick ini menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menanggulangi sampah yang ada di lingkungan terutama lingkungan sekolah,” kata Tsuroyya mahasiswa jurusan pendidikan kimia UIN Walisongo Semarang.

Solo Luncurkan Aplikasi Food Sharing, Pangan Layak Konsumsi Tak Lagi Terbuang
Baca Juga · Jateng Pantura
Solo Luncurkan Aplikasi Food Sharing, Pangan Layak Konsumsi Tak Lagi Terbuang

Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.45 sampai dengan pukul 10.00. Pelatihan tersebut di awali dengan penjelasan mengenai ecobrick dan cara membuatnya. Selanjutnya siswa langsung praktik membuat ecobrick dengan alat dan bahan yang sudah mereka bawa dari rumah, yakni botol plastik, potongan-potongan sampah plastik, dan gunting. Siswa sangat antusias pada saat melakukan pembuatan ecobrick ini.

Agus Salim, selaku kepala sekolah SDN Tegalwaton 03, menjelaskan bahwa ecobrick ini memberikan wawasan baru bagi siswa-siswa terutama kelas lima. Siswa menjadi tahu mengenai cara mengelola sampah yang berserakan, dan mungkin saja dapat menjadi peluang penghasilan untuk siswa saat nanti sudah dewasa.

9 Hari Porprov Jateng 2026: 157 Atlet Jalani Rawat Jalan, 22 Dirujuk ke Rumah Sakit
Baca Juga · Jateng Pantura
9 Hari Porprov Jateng 2026: 157 Atlet Jalani Rawat Jalan, 22 Dirujuk ke Rumah Sakit

“Ecobrick di kelas lima memberi wawasan yang baru, pemanfaatan ulang barang barang bekas menjadi barang barang yang berguna. Ecobrick berarti botol-botol bekas, sampah-sampah plastik yan berserakan bisa dibersihkan untuk ecobrick bisa jadi meja kursi dan sebaginaya. Ecobrick ini cukup bermanfaat, dan mungkin jika nanti bisa pengalaman itu bisa terekam oleh anak-anak hingga dewasa bisa menjadi peluang untuk menjadi penghasilan, tentu saja ditambah dengan kreativitas-kreativitas yang tinggi dari anak-anak,” ungkap Agus Salim.

“Terima kasih sudah berkunjung ke sekolah kami terutama di kelas V untuk melihat lebih dekat bagaimana pembelajaran di tempat kami dan mahasiswa KKN UIN Walisongo membantu kami tentang keterampilan membuat ecobrick," pungkasnya.***

Tags:
#mahasiswa#sampah#semarang#uin walisongo#kkn#plastik#ecobrick
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…