Penulis: Syahrul Wibowo
Mahasiswa UIN Walisongo Semarang
SuaraPantura.com - Mahasiswa KKN Kelompok 47 UIN Walisongo Semarang gelar sosialisasi mengenai literasi keuangan. Kegiatan ini ditujukan kepada ibu-ibu PKK Dusun Krajan. Bertempat di rumah Ibu Juwariyah Dusun Krajan RT 10 Desa Regunung, Minggu 30 Oktober 2022.
Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada Ibu-ibu PKK mengenai pengelolaan keuangan. Kegiatan ini bertemakan "saving and Investment in islam" dengan pemateri dari mahasiswa KKN UIN Walisongo kelompok 47 yaitu Syahrul Wibowo.
Pemantik menjelaskan sosialisasi literasi keuangan ini perlu dilakukan untuk menambah pemahaman kepada masyarakat khususnya ibu-ibu utamanya tentang keuangan.
"pentingnya hidup berhemat mendahulukan need (kebutuhan) daripada want (keinginan) agar dapatmenabung dan ber investasi," kata Syahrul.
Kegiatan sosialisasi literasi ini perlu dilakukan karena keuangan itu tidak akan lepas dari kehidupan masyarakat, terlebih bagi ibu-ibu yang mempunyai usaha. Dengan begini mereka dapat mengetahui bagaimana cara mengelola keuangan yang baik. Mulai dari mengatur pendapatan serta pengeluaran agar tidak terjadi devisit dalam perencanaan anggaran.
Sosialisasi ini mendapat antusias dari ibu-ibu PKK, dimana selama berlangsungnya pemaparan materi banyak ibu-ibu yang bertanya salah satunya ibu Juwariyah anggota PKK Dusun Krajan.
"Bagaimana solusi jika pendapatan lebih besar dari pada pengeluaran? karena saya sering mengalami hal seperti itu, nah mungkin dengan adanya sosialisasi ini saya bisa menemukan solusi yang tepat," tanya Juwariyah.
Pemantik menanggapi pertanyaan tersebut dengan sebuah ungkapan sederhana dan sedikit menggelitik. Yaitu dengan menambah pendapatan sesuai jumlah pengeluaran. Seketika itu peserta PKK tertawa lepas bersama dengan mahasiswa KKN. Kemudian pemantik melanjutkan jawabannya dengan sebuah statemen ringan
"Biasanya... jika pendapatan naik maka pengeluaran juga akan naik. sebaliknya, jika pendapatan sedikit maka pengeluaran akan menurun," terang Syahrul Wibowo.
"Tapi akankah lebih baiknya jika pendapatan naik pengeluaran tidak boleh ikut naik. Sehingga sisa pendapatan dapat digunakan untuk menabung serta investasi. Ditambah para pakar ekonomi mengatakan bahwa akan terjadi stagflasi ditahun 2023, yang mengakibatkan harga-harga naik sementara pendapatan stagnan. Maka perencanaan keuangan yang matang dan baik dapat meminimalisir dampak stagflasi tersebut," tambah pemantik diakhir penyampaian materinya.***