Penulis Berita : Novi Ilmia
Mahasiswi UIN Walisongo Semarang
SuaraPantura.com - Melakukan pencegahan dan pengawasan penyakit Kusta di wilayah Bonomerto, para petugas kesehatan Puskesmas Suruh melakukan penyuluhan dan pemeriksaan penyakit di Balai Desa, Rabu 26 Oktober 2022.
Ibu Linggar selaku Bidan Puskesmas Suruh menjelaskan, Penyuluhan dan Pemeriksaan penyakit Kusta pada warga sekitar bertujuan untuk melakukan penjaringan atas penyakit menular ini, sebelum berkembang dan menularkan kepada orang lain.
Dijelaskan, bagi masyarakat yang berkontak langsung atau disekitar penderita Kusta, disarankan minum obat provilaksis sebulan sekali sebagai antibodi guna mencegah penyebaran kusta. Apabila ada warga yang menderita Kusta bisa langsung melapor ke Puskesmas terdekat, agar bisa segera ditindak lanjuti.
“Pencegahan Kusta dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan badan, bagi penderita disarankan meminum obat secara teratur, sebab obat Kusta sudah digratiskan oleh pemerintah,” ujar ibu Linggar Selaku bidan Puskesmas Suruh, Senin (29/01).
Adapun Reaksi atau gejala penyakit Kusta sendiri ada dua jenis, yaitu reaksi ringan dan reaksi berat.
1. Reaksi ringan tipe satu: lesi kulit tambah aktif dan menebal, tidak ada nyeri syaraf dan gangguan fungsi.
2. Reaksi ringan tipe dua: nodul nyeri ketika ditekan, dan hilang dalam waktu 2-3 hari, demam ringan, tidak ada nyeri tekan saraf dan gangguan fungsi, tidak ada gangguan organ tubuh.
3. Reaksi berat tipe satu: lesi kulit merah, terasa panas, sendi sakit, nyeri tekan dan gangguan fungsi saraf.
4. Reaksi berat tipe dua: nodul nyeri tekan jumlah ada lucus, demam berat, nyeri tekan dan gangguan fungsi saraf, peradangan organ tubuh.
Sosialisasi Kusta dilakukan kepada masyarakat, seperti halnya pada saat posyandu lansia disejumlah Desa dan Kelurahan, sehingga diharapkan masyarakat bisa memberikan informasi kepada keluarga terdekatnya, bahwa kusta bukan penyakit turunan.
Penyakit Kusta bisa disembuhkan, apabila diketahui sejak dini dan langsung diobati, sebab itu dilakukan penjaringan ke warga desa setempat.
"Pengobatan penyakit ini bila dilakukan sejak dini akan lebih mudah untuk disembuhkan". Ujarnya.
“Kami juga bekerjasama dengan Tim Posyandu Desa dan Kelurahan, dalam memberikan penyuluhan kusta kepada masyarakat,” tutup ibu Lingga.***