SuaraPantura.com - Hiruk pikuk praktek Prostitusi di Kabupaten Pemalang semakin menjadi.
Pasalnya, beberapa tempat prostitusi di Pemalang kini ditengarai seolah kompak buka seiring longgarnya pengawasan dari pemerintahnya.
Miris memang, kali ini kami sempat mendalami kisah tentang seorang PSK di salah satu tempet prostitusi di Kabupaten Pemalang.
Hal ini dikisahkan kembali oleh DD, ia mengisahkan tentang seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) yang berusia 65 tahun namun masih menjajakan dirinya di tempat prostitusi pantura Pemalang.
Sebut saja namanya Ibu Kenanga (65), di usia senjanya, ia masih aktif di dunia malam.
Ia menceritakan bahwa faktor ekonomilah yang menyebabkannya masih terjun ke dunia gelap hingga usia senjanya.
Kehidupan yang semakin sulit, bekerja lain pun dianggapnya tidak memungkinkan karena dunia kerja sudah tak mau menerima wanita tua.
Ibu Kenanga terpaksa memasuki dunia gelap prostitusi. Meskipun tentu saja, para pelanggan lebih memilih PSK yang lebih muda dan lebih cantik darinya.
Namun tetap saja, dirinya sesekali melayani hasrat pria hidung belang meskipun dengan tarif yang lebih rendah dari yang lain.
"Ya tarifnya ya lebih murah, ngga kayak yang muda-muda," tutur Ibu Kenangan seperti dikisahkan kembali oleh DD.
Ibu Kenangan di usia senja mustinya tinggal menikmati masa tuanya namun karena kondisi kemiskinan yang terjadi, memaksa dirinya harus bertahan hidup dengan cara yang dianggap sebagian orang tidaklah pantas.
"Ya terpaksa, mau bagaimana lagi," terangnya.
***